Kasus Penganiayaan
Seorang Perawat Dianiaya, Terekam CCTV Korban Dipukuli Pelaku yang Diduga Keluarga dari Pasien Covid
Terjadi penganiayaan pada seorang petugas medis. Diketahui keluarga dari pasien memukul perawat di Puskesmas Pameungpeuk.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Terjadi penganiayaan pada seorang petugas medis.
Diketahui keluarga dari pasien memukul perawat di Puskesmas Pameungpeuk.
Pemukulan petugas medis tersebut terekam CCTV.
Baca juga: Gadis Cantik Junifer Adeleida Rooroh Ajak Masyarakat Rasakan Kemudahan Gunakan BSGtouch
Baca juga: Oknum ASN Selingkuh dengan Wanita Pekerja Cleaning Service, Dipergoki Warga saat Berbuat Tak Senonoh
Baca juga: Ivan Gunawan Ajak Ayu Ting Ting Tinggal di London, Ayah Rozak Minta Rp 300 Juta
Berikut Ini Videonya
Aksi penganiayaan terhadap perawat terjadi di Kabupaten Garut, Jawa Barat, Rabu (23/6/2021) malam sekira pukul 20.07 WIB.
Pelaku penganiayaan diduga keluarga pasien.
Peristiwa penganiayan terhadap tenaga kesehatan tersebut terjadi di Puskesmas Pameungpeuk, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut.
Berdasarkan rekaman CCTV yang beredar, terlihat seorang perawat berhazmat hendak menuntun pasien menuju ranjang pemeriksaan.
Pasien diikuti seseorang yang berpakaian hitam yang diduga keluarganya.
Setelah pasien ditidurkan di atas ranjang, pria berpakaian hitam tersebut tiba-tiba memukul sang perawat.
"Ya benar kejadiannya malam tadi," kata Kepala Puskesmas Pameungpeuk Tuti Sutiah saat dihubungi Tribunjabar.id, Kamis (24/6/2021).
Tuti menjelaskan pelaku melakukan pemukulan karena kesal menunggu korban yang sedang mempersiapkan diri memakai APD lengkap.
"Perawat sudah sesuai prosedur karena pasiennya terkonfirmasi Covid-19," ungkapnya.
Menurutnya, permasalahan tersebut saat ini sudah diserahkan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Garut dan Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut.
"Kami sudah berkoordinasi dan melimpahkan permasalahan ini kepada Dinas Kesehatan dan Satgas," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/potongan-rekaman-cctv-seorang-perawat-yang-gunakan-apd-dipukuli.jpg)