Berita Manado

Bantu Masyarakat Manado Sadar Hukum, Pos Bakum Pengadilan Negeri Manado Giat Sosialisasi

Demi meningkatkan kesadaran hukum masyarakat Kota Manado, Sulawesi Utara, Pos Bantuan Hukum (Bakum) PN Manado mengadakan sosialisasi

Penulis: Isvara Savitri | Editor: David_Kusuma
Tribun manado / Isvara Savitri
Koordinator Pos Bantuan Hukum (Bakum) Pengadilan Negeri (PN) Manado, Sulawesi Utara, Dety Lerah. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Demi meningkatkan kesadaran hukum masyarakat Kota Manado, Sulawesi Utara, Pos Bantuan Hukum (Bakum) Pengadilan Negeri (PN) Manado mengadakan sosialisasi di bidang hukum sejak sebelum pandemi virus corona (Covid-19).

Hal ini diungkapkan oleh Koordinator Pos Bantuan Hukum (Bakum) Pengadilan Negeri (PN) Manado, Dety Lerah (37).

"Sejak sebelum pandemi Covid-19 kami sering datang sosialisasi ke sekolah-sekolah. Supaya anak-anak sadar mana yang baik di mata hukum dan mana yang tidak," jelasnya ketika ditemui, Kamis (24/6/2021).

Menurut Dety, anak-anak di bawah umur perlu diberi pengetahuan bidang hukum sejak dini agar tidak salah pergaulan.

Baca juga: Sulut United Tambah Amunisi, Bek Tengah Danie Pratama Gabung Gorango Utara

"Banyak kan anak-anak sekarang yang terlibat dalam pacaran berlebihan atau menggunakan narkotika. Mereka pikir itu cuma gaul padahal hukumannya bisa masuk penjara," tambah Dety.

Adanya pandemi virus corona (Covid-19) tidak membuat Dety dan timnya yang berjumlah 13 orang berhenti melakukan sosialisasi.

"Tapi karena ada pandemi Covid-19 ini kami lakukan sosialisasi di rumah-rumah ibadah seperti gereja," kata Dety.

Materi yang paling banyak disosialisasikan di masyarakat menurut Dety adalah permasalahan tanah, narkotika, dan perlindungan anak dan wanita.

Menurut Dety tingkat kesadaran masyarakat dalam bidang hukum sudah meningkat.

"Kalau dulu setiap kami mau melakukan sosialisasi pasti ditanya, 'ada uang duduk nggak?' itu kan miris sekali ya. Tapi sekarang karena sudah banyak masyarakat yang datang ke pengadilan jadi semakin bisa menerima hal-hal terkait hukum," terang Dety.

Peran kepala lingkungan dan lurah yang juga banyak membantu proses sosialisasi membuat masyarakat semakin bisa terbuka.

Hal ini juga berdampak positif terhadap keinginan masyarakat untuk berkonsultasi langsung ke Pos Bakum yang ada di Kota Manado.

"Mereka sudah tidak setakut dulu lagi. Selama tiga tahun ini saja orang yang datang berkonsultasi ke kami mencapai 5000-an," tutur Dety.

Ia berharap dengan adanya sosialisasi ke masyarakat bisa semakin sadar bahwa permasalahan hukum adalah perkara yang serius.(*)

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved