Bank Indonesia
Elektronifikasi Transaksi Pemda Terbukti Dongkak PAD hingga 14 Persen
Selain memberikan efisiensi dan kemudahan pengelolaan keuangan Pemda, elektronifikasi transaksi mampu mendorong Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Rizali Posumah
TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Program elektronifikasi pemda yang digagas Pemerintah Indonesia melalui Bank Indonesia (BI) punya banyak manfaat.
Selain memberikan efisiensi dan kemudahan pengelolaan keuangan Pemda, elektronifikasi transaksi mampu mendorong Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Kepala Perwakilan BI Sulut, Arbonas Hutabarat mengungkapkan, program itu sukses mendongkrak PAD di 9 daerah pilot project.
"Rata-rata peningkatan PAD sebesar 14 persen di sembilan daerah," kata Arbonas kepada Tribun Manado, Rabu (23/06/2021).
Katanya, dengan elektronifikasi digitalisasi, pemerintah daerah bisa mengidentikasi potensi penerimaan.

"Sehingga bisa memaksimalkan penerimaan karena semua terdata by system dan transaksinya non tunai, efektif efisien," katanya.
Arbonas pun bersyukur karena Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) sudah terbentuk di tingkat provinsi dan kabupaten kota.
Dengan terbentuknya TP2DD, program inovasi, percepatan, dan perluasan Elektronifikasi Transaksi Pemda (ETP) dalam rangka mewujudkan efisiensi, efektivitas dan transparansi tata kelola keuangan berjalan pada trek yang diharapkan.
Sebelumnya, Wali Kota Manado, Andrei Angouw menyatakan, pihaknya komitmen menerapkan transaksi non-tunai di semua sektor layanan.
"Kita mulai dua-dua, pengeluaran maupun penerimaan. Secepatnya kita jalankan," kata AA.
Katanya, langkah percepatan elektronifikasi dan digitalisasi itu dimulai dari pembayaran kepada pihak ketiga.
"Tagihan, retribusi, penerimaan kita nontunaikan," jelas Andrei.
AA sendiri telah berkoordinasi dengan Bank Sulut Gorontalo (BSG) yang mengelola keuangan Pemkot Manado tentang virtual account (VA).
Nantinya, semua wajib pajak di Manado akan diberi VA. Sehingga mereka bisa langsung menyetor secara non-tunai via VA.
"Supaya rekapan pendapatan kita mudah dan tidak repot verifikasi, wajib pajak mana yang membayar," jelasnya.
AA yakin, dengan elektronifikasi dan digitalisasi, akan mendongkrak PAD Kota Manado. "Solo saja bisa naik 16 persen," ujar dia.
Hasil dari PAD itu, nantinya dikembalikan ke masyarakat dalam bentuk pembangunan fasilitas publik.
Arbonas Hutabarat mengungkapkan, TP2DD akan membawa dampak positif bagi pembangunan daerah.
"Transaksi elektronik berbasis digital memberikan efisiensi, kemudahan dan peningkatan pendapatan," ujar Arbonas.
Elektronifikasi dan digitalisasu bertujuan memperkuat efektivitas dan efisiensi pengelolaan keuangan negara yang pada akhirnya akan mendukung pertumbuhan ekonomi di pusat dan daerah.
Selain itu, meningkatkan kualitas pelayanan publik, baik kecepatan transaksi keuangan, dan transparansi, serta mencegah kebocoran pelayanan publik.
Tujuan lainnya, mempercepat integrasi ekonomi dan keuangan digital.
Pendataan dan pelaksanaan elektronifikasi dan digitalisasu akan mendorong berbagai Program pemerintah seperti
Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Program Bantuan Sosial (Bansos), dan Program Keluarga Harapan (PKH).
"Tujuan akhirnya, sehingga mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang kuat, seimbang, inklusif dan berkelanjutan," katanya.
Arbonas bilang, dengan tren tersebut pada tahun 2025 diharapkan ekosistem ekonomi dan keuangan dgital dapat berjalan.
Sistem itu nantinya mengingegrasikan pemda, industri, UMKM, pasar, pariwisata, transportasi, masyarakat, petani, nelayan dengan Sistem Pembayaran.
Sistem ini secara nasional akan membawa 91,3 juta penduduk unbanked dan 62,9 juta UMKM ke dalam ekonomi dan keuangan formal secara sustainable melalui pemanfaatan digital. (ndo)
• Gempa Terkini Tadi Siang Rabu 23 Juni 2021, Info BMKG Magnitudo dan Lokasi Titik Pusat Gempa
• Mobil Tabrak Aldion dan Joner saat Mereka Tengah Perbaiki Motor
• PT Sakura Ria Bangun Pabrik Santan Beku di Tumpaan Minsel, Dinas PMPTSP: Investasi Meningkat