Penanganan Covid
Richard Sualang Tolak Opsi Lockdown atau Pembatasan Ketat, Giatkan Tracing dan Vaksinasi Covid-19
Indonesia diambang serangan gelombang kedua Covid-19. Di sejumlah kota, kasus Covid meningkat pesat.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: David_Kusuma
Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Indonesia diambang serangan gelombang kedua Covid 19.
Di sejumlah kota, kasus Covid-19 meningkat pesat.
Wacana Lockdown pun dikumandangkan.
Di Sulut, kasus Covid-19 menunjukkan tren meningkat.
Beberapa daerah yang sempat zona kuning dan hijau kini kembali orange.
Menghadapi fenomena meningkatnya kasus Covid-19, Wakil Wali kota Manado Richard
Sualang menyatakan, pihaknya tak mau latah Lockdown.
Baca juga: Hadiri Sunatan Massal, Wakil Wali Kota Kotamobagu Ucapkan Terima Kasih untuk Panitia
"Kalau Lockdown bagaimana masyarakat mau makan. Kita tidak pakai Lockdown atau pembatasan ketat lainnya," kata dia kepada Tribun Manado Selasa (22/6/2021) di kantor Pemkot Manado.
Strategi yang dipilih Pemkot Manado adalah melakukan tracing.
"Yang balik dari Manado akan kita tes rapid antigen. Jika reaktif akan kita tracing dengan siapa dia berinteraksi dan lainnya untuk pencegahan," kata dia.
Sembari itu, bebernya, vaksinasi digenjot untuk mencapai herd immunity.
Upaya Wali kota Manado Andrei Angouw dan Wakil Wali kota Richard Sualang untuk menggenjot vaksinasi Covid-19 mulai menampakkan hasil.
Pada Senin (21/6/2021), Vaksinasi di Manado memecahkan rekor.
Ada 4.055 warga divaksin sepanjang hari itu. "Ini merupakan rekor," kata Wali kota Manado Andrei Angouw melalui Kadis Kominfo Manado Erwin Kontu kepada Tribun Manado Selasa (22/6/2021) pagi via WA.
Menurutnya, vaksinasi sepanjang hari itu berlangsung di 37 tempat. Terbanyak di rumah ibadah.
"Terima kasih pada seluruh warga Manado atas kesediaannya untuk divaksin," katanya.
Ia menyatakan, vaksinasi Covid 19 akan terus digenjot hingga seluruh warga Manado divaksin.