Berita Manado
Kisah Pemulung di TPA Sumompo Pernah Temukan Uang Rp 30 Juta, Dibagikan ke Rekan dan Keluarga
Kisah hidup seorang pemulung di tempat pembuangan sampah di Sumompo, Mapanget, Manado, Sulawesi Utara (Sulut) tak selalu sedih.
Penulis: Fistel Mukuan | Editor: David_Kusuma
TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Kisah hidup seorang pemulung di tempat pembuangan sampah di Sumompo, Mapanget, Manado, Sulawesi Utara (Sulut) tak selalu sedih.
Tribunmanado.co.id pada Selasa (15/6/2021) memantau kondisi TPA Sumompo, setiap ada motor sampah yang masuk, pemulung langsung mengerumuninya dan mengambil apa yang boleh diambil.
Terlihat ada yang mengumpulkan botol-botol bekas.
Ada juga yang mengumpulkan makanan sisa untuk ternak.
Di tempat pembuangan sampah tersebut sangat banyak sekali lalatnya.
Baca juga: Longsor di Jalur Pindol Terdiri dari Material dan Bebatuan
Selain itu bau di lokasi tersebut sangat menyengat, jika tidak tahan baunya bisa saja pusing.
Tetapi para pemulung sudah terbiasa dengan kehidupan seperti itu setiap hari di sampah.
Selain itu mereka hanya makan dan minum seperti biasa ditengah tumpukan sampah yang sudah tidak tahu apa saja di situ.
Tetapi ternyata ada kisah unik dari salah satu pemulung yang kesehariannya selalu mencari sesuap nasi dengan mengumpulkan botol bekas untuk dijual.
Salah satu pemulung ternyata pernah mendapatkan uang sebanyak Rp 30 juta di dalam salah satu tas yang sudah dibuang di TPA Sumompo.
Pemulung tersebut bernama Non Gere. Non ternyata memiliki jiwa yang sosial.
Non membagikan minimal Rp 100.000 perorang kepada teman-teman pemulungnya yang ada di TPA Sumompo.
Baca juga: Deine Laloan Yakin Toni Kroos dan Kawan-kawan Bisa Kalahkan Prancis
"Selain itu saya bagikan kepada anak-anak dan cucu serta keluarga lainnya," ucap Non.
Ada juga yang dibelikan motor kepada anak.
Uang yang ia dapatkan tepatnya pada tahun yang lalu.