Breaking News:

Wabup Sangihe Meninggal

Keluarga Wabup Helmud Hontong Aminkan Kematian Almarhum Atas Rancangan Tuhan

Kematian Wakil Bupati Kepulauan Sangihe, Helmud Hontong dalam perjalanan pesawat dari Denpasar menuju Makassar menuai tanda tanya banyak pihak

Penulis: Octavian Hermanses | Editor: David_Kusuma
Istimewa
Jenazah Wabup Helmud Hontong yang disemayamkan di rumah dinas Wakil Bupati Kepulauan Sangihe. (Istimewa) 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Kematian Wakil Bupati Kepulauan Sangihe, Helmud Hontong dalam perjalanan pesawat dari Denpasar menuju Makassar menuai tanda tanya banyak pihak.

Beredar informasi, peristiwa tersebut memiliki kaitan dengan sikap mantan Anggota DPRD Sangihe dua periode itu yang menolak penambangan emas di Kepulauan Sangihe.

Alhasil, muncul desakan dari sejumlah pihak, termasuk Jaringan Advokasi Tambang (Jatam), agar pemerintah dan aparat berwenang dalam hal ini kepolisian melakukan penelusuran secara mendalam terhadap penyebab pasti kematian Hontong.

Namun demikian, pihak keluarga meyakini bahwa kematian pejabat yang dikenal akrab dengan masyarakat itu merupakan rencana Tuhan.

Baca juga: LBH Tolak Keras Pelemahan KPK, Frank Kahiking: Seharusnya yang Dipecat Pimpinan KPK

"Dengan peristiwa kematian Embo (sapaan akrab Hontong), kami keluarga mengamini bahwa ini rancangan Tuhan," ungkap Erdawati Simon, keponakan dari Hontong dalam jumpa pers yang difasilitasi pihak Polres Kepulauan Sangihe, Sabtu (12/06/2021).

Dikesempatan itu, wanita yang berlatar belakang sebagai tenaga medis itu menyatakan, dengan kematian almarhum, pihak keluarga memperoleh gambaran kecintaan masyarakat terhadap sosok Hontong yang terus memberi diri secara tulus dalam melayani masyarakat.

Hal itu dibuktikan dengan antusias ribuan warga ketika mengantar jenazah dari Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado menuju Pelabuhan Manado dan penjmputan jenazah di Pelabuhan Nusantara Tahuna.

"Artinya kami pun keluarga dengan kematian Embo sudah iklas menerima," kata Simon sembari menyatakan tak ingin mengambil langkah permintaan otopsi atas kejadian tersebut.

"Kalau pun dilakukan otopsi Embo boleh kembali (hidup). Tapi kan juga tidak akan merubah kedaulatan Tuhan. Diamini bahwa ini mungkin jalan Tuhan untuk Embo," ujarnya.

Sebelumnya, Helmud Hontong meninggal dunia saat terbang bersama pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT-740.

Dalam perjalanan, Hontong mengeluhkan kondisi tenggorokannya yang gatal dan meminta ajudan untuk mengambilkan air minum.

Sesaat setelah meminum air, tiba-tiba almarhum batuk dan mengeluarkan darah dari mulut hingga akhirnya meninggal dunia.

Sesuai rencana, jenazah Helmud akan dikebumikan pada Senin 14 Juni 2021 di sekitar kediaman pribadinya di Manente Kabupaten Kepulauan Sangihe. (HER)

Baca juga: 177 Kumtua & Lurah di Minsel Diwajibkan Bentuk Bank Sampah

Baca juga: Deretan Artis Terkenal Karier Moncer yang Pernah Tidak Naik Kelas dan DO dari Sekolah

Baca juga: Kenakan Baju AC Milan dan Sepatu Sneaker, Ini Gaya Liburan Wali Kota Manado di TPA

YOUTUBE TRIBUN MANADO:

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved