Berita Manado

Pedagang Daging Babi di Manado Mengeluh Penjualan Menurun

Pedagang daging babi di Pasar Bersehati, Manado, mengeluhkan penjualan semakin menurun

Penulis: Fistel Mukuan | Editor: David_Kusuma
Tribun Manado / Fistel Mukuan
Suasana penjual daging babi di pasar bersehati Manado 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Pedagang daging babi di Pasar Bersehati, Manado, mengeluhkan penjualan semakin menurun.

Terpantau siang hari tempat berjualan daging babi sangat sepi, sangat jarang pengunjung yang akan membeli daging babi.

Hard Walangitan salah satu penjual daging babi di pasar tersebut mengaku penjualan mereka sangat merosot.

"Sudah sangat susah berjualan daging babi sekarang di pasar ini, jam 8 atau pukul 08.00 Wita sudah tidak ada lagi pengunjung yang cari daging babi ini," ucap Hard.

Baca juga: Nelayan Talaud Diimbau Tidak Melakukan Pengeboman Ikan, Merusak Ekosistem dan Biodata Laut

Menurut Hard, dengan bertambahnya supermarket yang menjual daging babi, penjualan di pasar menjadi sangat susah.

Apalagi baginya sekarang selain ada supermarket yang jual daging babi, ada beberapa lagi beberapa perusahaan daging babi, sehingga mempengaruhi jualan mereka di pasar.

Ia juga katakan, kalau supermarket sudah dibuka habis pembeli di sini.

Apalagi bagi Hard lebih menjadi masalahnya lagi supermarket dan pasar tradisional jika menjual daging babi di bawah harga.

"Di sini sekarang sudah sangat jarang pembeli, tinggal sebagian besar langganan dari luar kota.Hanya sedikit ramai kalau hari Sabtu atau Minggu, selain itu sangat sunyi.

Di sini perkilo Rp. 60.000 di supermarket ada yang Rp 52.000 atau Rp 58.000 perkilogram, jadi sangat berpengaruh bagi kami," tambahnya lagi.

Baca juga: Info Terbaru Kasus Covid 19 di Indonesia, Update Selasa 8 Juni 2021

Hard mengaku, kalau tidak ada lagi yang pesan dan dikirim ke Sanger serta Talaud, sudah mati penjualan di situ.

"Kalau tidak ada pesanan dari langganan satu ekor yang dipotong di sini sulit untuk habis, kecuali ada langganan yang memesan bisa sampai dua ekor yang dipotong," ungkapnya.

Biasanya bagi Hard, sebelum ada supermarket sampai sore yang membeli, bisa sampai dua ekor lebih perhari tapi sekarang sangat sulit.

"Di sini tidak ada harapan lagi untuk berjualan kalau tidak ada langganan yang memesan dan dikirim ke Sanger atau Talaud kalau tidak ada setengah mati mau jualan di sini.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved