Breaking News:

Berita Talaud

Nelayan Talaud Diimbau Tidak Melakukan Pengeboman Ikan, Merusak Ekosistem dan Biodata Laut

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kepulauan Talaud akan melakukan pengawasan ekstra terhadap nelayan yang melakukan aktivitas pengeboman ikan

Penulis: Ivent Mamentiwalo | Editor: David_Kusuma
Istimewa
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kepulauan Talaud akan melakukan pengawasan ekstra terhadap nelayan yang melakukan aktivitas pengeboman ikan 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kepulauan Talaud akan melakukan pengawasan ekstra terhadap nelayan yang melakukan aktivitas pengeboman ikan di Laut.

Kepala DLH Kabupaten Kepulauan Talaud Niyer Parapaga SH saat di temui Tribun Manado, Selasa (8/6) mengatakan, penggunaan bom ikan dilarang di manapun karena dapat merusak ekosistem terumbu karang yang merupakan tempat ikan untuk hidup.

Selain itu, bom ikan juga sangat merugikan masyarakat, terutama masyarakat pesisir yang menggantungkan pendapatan sehari hari dari sektor kelautan.

Dengan demikian, perlu adanya pengawasan khusus di seluruh wilayah Kepulauan Talaud untuk memutus aktivitas jalan pintas penangkapan ikan melalui pengeboman di laut.

Baca juga: Gubernur Olly Dondokambey Andalkan Sektor Pertanian dan Perikanan Dorong Pertumbuhan Ekonomi

"Aktivitas pengeboman ikan tersebut dapat menghancurkan terumbu karang yang halus dan indah. Hal itu tidak diperbolehkan di manapun di dunia.

Sehingga perlu adanya pengawasan secara menyeluruh di laut wilayah kepulauan talaud,"jelas Parapaga

Menurut Parapaga, pengawasan termasuk tindakan efek jera dipandang perlu sebab nelayan yang tidak peduli akan berpindah dari satu wilayah ke wilayah lainnya.

Padahal dengan cara pengeboman di laut akan menimbulkan kemiskinan.

Karena tindakan pengeboman ikan akan merusak tempat ikan berkembang dan perlu waktu puluhan tahun untuk proses perbaikan alami terumbu karang.

"Nelayan tidak berpikir jika cara pengeboman di laut dapat menimbulkan kerusakan fatal terumbu, dan membutuhkan waktu bertahun tahun untuk perbaikan alami terumbu karang,"tutup Parapaga.(Iv)

Baca juga: Masih Ingat Uki Eks NOAH? Lama Tak Ada Kabar Usai Keluar Band, Kini Hidup Berbeda dengan Berhijrah

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved