Breaking News:

Berita Minut

Kisah 'Romeo' Mengadu Nyawa Mencari Bunga Abadi Demi 'Juliet' di Gunung Klabat

Bunga Edelweis adalah simbol keberanian tentara payung Jerman di perang dunia 2.

Penulis: Arthur_Rompis
Editor: David_Kusuma
TRIBUNMANADO/FRANSISKA NOEL
Pendaki berpose di depan fenomena alam langka 'Shadow Triangle', yaitu bayangan segitia Gunung Klabat saat matahari terbit, dan langit tak berkabut. Foto diambil dari atas puncak Gunung Klabat, puncak tertinggi Sulawesi Utara, di ketinggain 1.995 MDPL. (TRIBUNMANADO/FRANSISKA NOEL) 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Bunga Edelweis adalah simbol keberanian tentara payung Jerman di perang dunia 2.

Di bahu kiri mereka terselip bunga itu. Adanya bunga di bahu kiri menjadi tanda bahwa sang 
prajurit telah melalui latihan terberat. 

Mirip baret di Kopassus. Dijadikannya bunga sebagai simbol pasukan yang dikenal ganas di perang dunia tersebut dikarenakan sulit mencarinya. 

Bunga indah ini tumbuh di tempat sulit yakni di tepi tebing terjal. Hanya jiwa berani yang dapat merengkuh keindahannya. 

Bunga Edelweis banyak terdapat di Gunung Klabat di Kabupaten Minut, Provinsi Sulut. 

Baca juga: Kasat Lantas Bitung AKP Awaludin Puhi Sebut Peran Orangtua dalam Mengatasi Ugal-ugalan di Jalan

Banyak pendaki yang tertantang menaklukkan gunung tertinggi di Sulut itu. 

Salah satu alasan mereka mendaki gunung Klabat adalah ingin mencari bunga edelweis. 

Di antara mereka adalah lelaki yang ingin menunjukkan rasa cinta pada wanita idamannya. 

Demi pujaan hati, sang romeo bertaruh nyawa.

Merayapi tepi tebing, menembus kabut pekat untuk mengambil sebatang bunga, yang akan diserahkan pada hari valentine atau hari istimewa, secara terang terangan ataupun kejutan. 

Halaman
1234
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved