Berita Minut
Kisah 'Romeo' Mengadu Nyawa Mencari Bunga Abadi Demi 'Juliet' di Gunung Klabat
Bunga Edelweis adalah simbol keberanian tentara payung Jerman di perang dunia 2.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: David_Kusuma
TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Bunga Edelweis adalah simbol keberanian tentara payung Jerman di perang dunia 2.
Di bahu kiri mereka terselip bunga itu. Adanya bunga di bahu kiri menjadi tanda bahwa sang
prajurit telah melalui latihan terberat.
Mirip baret di Kopassus. Dijadikannya bunga sebagai simbol pasukan yang dikenal ganas di perang dunia tersebut dikarenakan sulit mencarinya.
Bunga indah ini tumbuh di tempat sulit yakni di tepi tebing terjal. Hanya jiwa berani yang dapat merengkuh keindahannya.
Bunga Edelweis banyak terdapat di Gunung Klabat di Kabupaten Minut, Provinsi Sulut.
Baca juga: Kasat Lantas Bitung AKP Awaludin Puhi Sebut Peran Orangtua dalam Mengatasi Ugal-ugalan di Jalan
Banyak pendaki yang tertantang menaklukkan gunung tertinggi di Sulut itu.
Salah satu alasan mereka mendaki gunung Klabat adalah ingin mencari bunga edelweis.
Di antara mereka adalah lelaki yang ingin menunjukkan rasa cinta pada wanita idamannya.
Demi pujaan hati, sang romeo bertaruh nyawa.
Merayapi tepi tebing, menembus kabut pekat untuk mengambil sebatang bunga, yang akan diserahkan pada hari valentine atau hari istimewa, secara terang terangan ataupun kejutan.
Mario salah satu pemuda yang kasmaran mengaku pernah berburu bunga itu dan hampir jatuh.
"Sangat sulit tapi begitu mendapat bunga itu rasanya senang sekali," kata dia.
Bunga itu ia serahkan pada kekasihnya. Mendapat hadiah tak terduga itu, sang kekasih meneteskan air mata.
"Dia terharu. Dia tahu sangat sulit mencari bunga itu," kata dia.
Baca juga: Siswa di Bitung Layangkan Pertanyaan dan Tanggapan, Terkait Masalah Hukum dan Disiplin Lalu Lintas
Vicky pemuda lainnya mengaku memberi bunga itu pada calon istrinya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/klabat-15_20160323_142923.jpg)