KKB di Papua
Jenazah Habel Halenti Dimakamkan, Sosok Anak Yatim Piatu yang Ditembak KKB Pergi Untuk Selamanya
Habel Halenti merupakan anak yatim piatu. Kedua orangtuanya meninggal saat Habel Halenti masih berusia 10 tahun. Kini wafat jadi korban KKB di Papua.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Menjadi korban KKB di Papua, jenazah Habel Halenti (30), warga sipil yang tewas ditembak teroris KKB akhirnya dimakamkan di kampung halamannya, Senin (7/6/2021)
Sebagaimana diketahui, Habel Halenti merupakan warga RT 8 RW 4, Dusun 2, Desa Lawahing, Kecamatan Kabola, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang menjadi korban kebrutalan teroris KKB di Papua.
Habel Halenti ditembak mati KKB setelah sempat minta tolong dan teriak 'Ampun Komandan'.
Sekretaris Camat Kabola Charles Bainkabel menyebut, jenazah Habel dimakamkan persis di samping pusara kedua orangtuanya yang telah meninggal 20 tahun lalu.
"Pemakaman tadi berlangsung pukul 10.00 Wita," kata Charles Bainkabel, saat dihubungi Kompas.com, Senin (7/6/2021) siang.
Ibadah pemakaman jenazah Habel dihadiri Camat Kabola Erry M Dukabain, pendeta, Babinsa setempat dan seorang anggota polisi yang mengantar jenazah dari Papua hingga ke Alor.
(Foto: Pemakaman jenazah Habel Halenti, Warga yang Tewas Ditembak KKB di Papua. Ternyata Yatim Piatu. (Dok. Kodim Alor)
Hadir pula, aparat desa setempat, masyarakat dan keluarga besar Habel.
Habel tercatat belum memiliki istri dan anak.
Habel diketahui merupakan anak tunggal dan menjadi anak yatim piatu. Kedua orangtuanya meninggal saat Habel Halenti masih berusia 10 tahun.
Sebelumnya, Habel Helanti ditembak mati anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kabupaten Puncak, Papua, Kamis (3/6/2021).
Kapolres Puncak Kompol I Nyoman Punia mengatakan, peristiwa itu terjadi pada pukul 13.00 WIT.
Ketika itu, korban Habel Halenti (30) bersama rekannya Muh Alif (17) dan Abdul Haras'z (52) berangkat dari kamp karyawan di kompleks pancuran Kampung Kibogolome, Distrik Ilaga dengan tujuan Kampung Eronggobak, Distrik Omukia.
Mereka menggunakan kendaraan pikap milik Pemkab Puncak, yang biasa digunakan untuk mengangkut babi.