Berita Manado
Kisah Kadis DLH Manado 'Ngantor' di TPA Sumompo, Datang Pagi, Pulang Malam, Libur Pun 'Ngantor'
Franky Porawouw sadar betul keberhasilan program Wali Kota Manado Andrei Angouw menangani sampah bergantung di pundaknya.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Rizali Posumah
Juga belum penuh. Hasil penelusuran Dinas Lingkungan Hidup Manado di bawah instruksi Wali Kota Manado
Andrei Angouw, TPA tersebut ternyata masih menyisakan lahan kosong selama beberapa hektare.
"Masih ada dua hektare pada bagian belakang," kata Kadis DLH manado Franky Porawouw kepada Tribun Manado Rabu (2/6/2021) di kantor Pemkot Manado.
Sebut dia, dengan luasan dua hektare itu, TPA itu masih dapat mengolah sampah hingga lima tahun.
Ia menuturkan, masalah TPA tersebut hanyalah alat berat.
"Tapi TPA itu tidak rusak rusak amat. Juga masih ada lahan sebesar 2 hektar," ujarnya.
Saat ini, ujar dia, sudah ada enam alat berat yang beroperasi meratakan sampah di TPA.
Di era sebelumnya, hanya satu alat berat yang beroperasi. Itu pun sering rusak.
Dikatakannya, saat ini gunung sampah sudah susut.
"Jalan tembus selebar 30 meter sudah terbentuk di tengah gunungan sampah. Kita rencanakan sampai 200 meter." katanya.
Menurut dia, jalan tembus itu perlu agar truk sampah dapat masuk ke bagian tengah dan belakang TPA. (art)
Tentang Manado
Kota Manado adalah Ibukota Provinsi Sulawesi Utara, Indonesia, dan merupakan kota terbesar kedua di Pulau Sulawesi
Kota Manado berbatasan dengan Kabupaten Minahasa dan Minahasa Utara.
Kota Manado memiliki 11 kecamatan serta 87 kelurahan dan desa, luas wilayah Kota Manado 157,27 km²
Wilayah perairan Kota Manado meliputi Pulau Bunaken, Pulau Siladen dan Pulau Manado Tua