Penanganan Covid
Pemerintah Perpanjang PPKM Mikro, Zona Risiko Sulut Turun, Manado Jadi Zona Kuning
Pemerintah memberlakukan PPKM Mikro di 34 provinsi di Indonesia pada 1-14 Juni 2021
Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: David_Kusuma
Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Pemerintah memberlakukan PPKM Mikro di 34 provinsi di Indonesia pada 1-14 Juni 2021.
Langkah itu diambil untuk mengurangi mobilitas masyarakat di tengah pandemi Covid-19.
Menko Perekonomian, yang juga Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) Airlangga Hartarto mengatakan, untuk PPKM mikro 1-14 Juni mendatang, Gorontalo, Maluku, Malut dan Sulbar diikutsertakan.
Penambahan cakupan wilayah PPKM mikro disebabkan oleh adanya kenaikan kasus Covid-19.
Baca juga: Nenek 71 Tahun di Bolmut Diduga Dirudapaksa Pria Paruh Baya, Terduga Masih Diburu Polisi
Selain tiga daerah yang telah disebutkan, terdapat tujuh daerah lain yang mengalami kenaikan kasus aktif yakni Aceh, Sumut, Kepri, DKI Jakarta, Nusa Tenggara Barat, Kaltara dan Sulut.
Menanggapi hal tersebut, Jubir Satgas Covid-19 Sulut, dr Steaven Dandel mengungkapkan, status PPKM Mikro di Sulut tak pernah dicabut.
"Masih berlaku sejak diberlakukan Maret lalu," ujar Dandel kepada Tribun Manado, Selasa (01/05/2021) malam.
Katanya, saat ini kasus Covid-19 di Sulut relatif terkendala. Dimana, tren kasus menunjukkan penurunan beberapa pekan terakhir.
Hal ini seiring dengan penurunan status zona risiko di Sulut. "Kota Manado sendiri sudah zona kuning," katanya.
Baca juga: Cerita Gadis Cantik yang Berjualan di Jalur Pendakian Gunung, Viral di Media Sosial
Sejauh ini, dari 15 kabupaten kota di Sulut, hanya Kota Tomohon yang masih berstatus zona oranye (risiko sedang).
Per 31 Mei 2021, tercatat hanya ketambahan tiga kasus positif Covid-19 di Sulut.
Dengan total kasus positif terkonfirmasi, 15.754 orang dengan kasus aktif 254 orang.
Sementara, total kasus sembuh mencapai 14.944 orang dan total pasien positif Covid-19 meninggal 546 orang.
Terkait hal ini, Dandel mengingatkan masyarakat Sulut agar tidak lengah meskipun terjadi penurunan zona risiko.
Katanya, protokol kesehatan harus menjadi gaya hidup. "Jadi kasus mau naik atau turun, prokes harus tetap jalan," jelasnya.
Terkait itu, Dandel bilang, karena itu Satgas Covid-19, khususnya aparat kepolisian dan TNI rutin melaksanakan Operasi Yustisia untuk penegakkan prokes dalam rangka pencegahan Covid-19.(ndo)
Baca juga: Warga Bitung Dihebohkan Video Asusila Remaja 17 Tahun yang Viral
YOUTUBE TRIBUN MANADO: