Breaking News:

TRIBUN BAKU DAPA

Stefa BAN Liow Ungkap Jiwa Besar Tokoh NU dan Muhammadiyah saat Sepakati Piagam Jakarta

Menyambut Hari Lahir Pancasila, Selasa, 1 Juni 2021 mengingatkan Indonesia akan sejarah berdirinya bangsa dan negara Indonesia.

Penulis: Aswin_Lumintang
Editor: Aswin_Lumintang
tribun manado/ronald moha
TRIBUN BAKU DAPA - Pnt Ir Stefanus BAN Liow MAP saat hadir di Tribun Baku Dapa secara daring yang dipandu Jurnalis Tribun Manado, Aswin Lumintang 

MANADO, TRIBUNMANADO.CO.ID - Menyambut Hari Lahir Pancasila, Selasa, 1 Juni 2021 mengingatkan Indonesia akan sejarah berdirinya bangsa dan negara Indonesia.

Nama Pancasila kata Ir Stefanus BAN Liow, anggota Komisi II DPD RI dan MPR RI, dikemukakan oleh Soekarno saat berpidato dalam rangkaian sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Ketika berpidato dalam sidang BPUPKI 1 Juni 1945, Bung Karno mengemukakan lima konsep untuk dijadikan sebagai dasar negara Indonesia.

Kelima pilar yang disebut Pancasila inilah, yang kemudian menjadi dasar berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia itu pertama kali dikemukakan pada 1 Juni 1945.

TRIBUN BAKU DAPA - Pnt Ir Stefanus BAN Liow MAP saat hadir di Tribun Baku Dapa secara daring yang dipandu Jurnalis Tribun Manado, Aswin Lumintang
TRIBUN BAKU DAPA - Pnt Ir Stefanus BAN Liow MAP saat hadir di Tribun Baku Dapa secara daring yang dipandu Jurnalis Tribun Manado, Aswin Lumintang (tribun manado/ronald moha)

Lima konsep itu antara lain: kebangsaan, internasionalisme, permusyawarakatan, kesejahteraan, dan ketuhanan.

Setelah menjelaskan lima dasar negara tersebut, Bung Karno kemudian membicarakan nama yang tepat tentang dasar negara. Atas petunjuk seorang ahli bahasa, Bung Karno kemudian menyatakan, lima dasar negara tersebut dirangkum dengan nama Panca Sila.

Sehingga, di atas lima dasar itu Indonesia berdiri sebagai negara yang kekal abadi. Dulu tidak diperingati Hari Lahir Pancasila kini diperingati setiap tahun pada tanggal 1 Juni. Tanggal tersebut juga ditetapkan sebagai Hari Libur Nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2016. Akan tetapi, peringatan hari bersejarah itu dulunya tidak diperingati secara luas seperti sekarang, akibat gonjang-ganjing politik pada tahun 1965-1966.

SBANL sapaan akrab Stefa menjelaskan, saat tim sembilan yang ditugaskan BPUPKI merampungkan Piagam Jakarta yang dikenal saat ini pembukaan UUU Dasar '45 perwakilan tokoh masyarakat dari Indonesia Timur menyatakan tidak akan bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia jika tidak mencabut 7 kata di sila pertama yang berbunyi '' Ketuhanan yang maha esa dengan kewajiban menjalankan syariat Islam.

Menariknya tokoh-tokoh Islam terutama dari Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah dengan berjiwa besar mau untuk menghilangkan ke tujuh kata tersebut. ''Kenegarawan itulah yang harus kita contohi hingga saat ini. Jadi kalau melihat sejarah itu NKRI dan Pancasila sudah final, tidak perlu lagi diganggu-gugat, '' ujar pria yang dipercayakan sebagai Tim Juri Kehormatan Video Pendek dan Animasi Kerjasama BPIP dan MPR RI ini dalam Talkshow Tribun Baku Dapa yang dipandu Aswin Lumintang, Jurnalis Tribun Manado, Selasa (01/06/2021).

Stefa yang juga merupakan Koordinator Penyusun Renstra DPD RI Periode 2019-2024 mengatakan, keberadaan DPD RI yang merupakan produk reformasi dan pertama kali dipilih melalui Pemilu 2004. Sebelumnya pada orde baru ada anggota MPR RI utusan daerah.

Saat ini selain DPR RI yang dipilih melalui partai politik. Ada Dewan Perwakilan Daerah (DPD) yang dipilih secara langsung oleh masyarakat. ''Anggota DPD itu setiap daerah sama berjumlah 4 orang. Jadi Sulut yang hanya mempunyai 2,6 pemilih dengan Jawa Barat dengan pemilih 45 juta tetap diwakili 4 orang anggota DPD, '' ujar Stefa meyakinkan.

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved