Breaking News:

Berita Talaud

Sekilas Tentang Sejarah Mane'e, Tangkap Ikan Hanya dengan Janur Kelapa

Tradisi Mane’e yang jika di Indonesiakan menjadi kebersamaan ini memang lebih menekankan pada sisi kebersamaannya

Penulis: Ivent Mamentiwalo | Editor: David_Kusuma
Ivent Mamentiwalo
Wakil Bupati Moktar Parapaga bersama Petuah Adat Desa Kakorotan 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Tradisi Mane’e yang jika di Indonesiakan menjadi kebersamaan ini memang lebih menekankan pada sisi kebersamaannya.

"Untuk mengenal lebih jauh mengenai asal muasal tradisi Mane'e, Saya wakil Bupati Talaud Moktar Parapaga, bersama beberapa rekan media mencoba mewawancari Sslah satu petuah adat Desa Kakorotan untuk mengetahui sejarah singkat lahirnya ritual adat Mane'e ini," ujar Parapaga kepada Tribun Manado, Minggu (30/5/2021) . 

Tradisi ini sendiri konon sudah ada sejak abad ke-17, bermula ketika Pulau Nanusa diguncang gempa bumi dan tsunami. 

Dashyatnya tsunami itu kemudian memisahkan ketiga pulau yang sebelumnya saling berhimpitan yakni Pulau Karakelang, Pulau Intata dan Pulau Malo.

Di antara ketiga pulau yang akhirnya terpisah akibat tsunami itu terdapat nyare yaitu perairan dangkal yang ketika air sedang surut dapat dilalui dengan hanya berjalan kaki.

Baca juga: Perbakin Tomohon Matangkan Rencana Program Kerja 2021

Nah, karena dashyatnya bencana tersebut, di samping berdampak pada terpisahnya kepulauan itu juga menimbulkan dampak psikologis yakni penduduk trauma untuk berlayar ke tengah lautan untuk menangkap ikan.

Akibatnya, penduduk pun kekurangan pangan karena memang nelayan adalah satu-satunya profesi mereka pada saat itu.

"Keadaan inilah yang kemudian membuat sang tetua adat berinisiatif melakukan prosesi Mane’e agar penduduk yang masih trauma itu tetap dapat menangkap ikan, tanpa harus melaut ke tengah samudera, tapi cukup menangkap ikan di nyare atau perairan dangkal tersebut," ujar Parapaga .

Bupati dan Wakil Bupati Talaud juga mengatakan, tujuan dilaksanakannya Festival Mane’e adalah untuk memperingati berakhirnya 'Masa Eha'

Yang dimaksud dengan 'Masa Eha' adalah periode di mana orang-orang dilarang mengeksploitasi hasil laut selama 3 sampai 6 bulan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved