Pembunuhan Marsela Sulu
Update: Hasil Otopsi Jasad Ferry Kalesaran Meninggal Bunuh Diri, Tersangka Pembunuhan MS (12)
Hasil otopsi jasad Ferry Kalesaran (50), warga Desa Koha Barat, Kecamatan Mandolang, Minahasa meninggal bunuh diri.
Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Frandi Piring
Menurut Tine, hubungan ia dan FK selama ini akur-akur saja.
Tak ada pertengkaran antara keduanya.
Tine mengatakan, ia dan FK sudah punya tiga cucu.
"Ada anak saya di sini dan lainnya di daerah lain," kata dia.
Amatan Tribun Manado, rumah FK dalam keadaan tertutup.
Tribun menjumpai Tine lewat bantuan tetangga.
Kepada Tribun, Tine hanya menyebut bahwa ia tak mau terima jenazah tersebut.
Selebihnya ia bungkam.
Pengakuan Ayah Marsela Sulu, Edi Sulu Cegah Warga Bakar Rumah Ferry Kalesaran
Emosi ratusan warga Desa Koha, Kecamatan Mandolang, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara, memuncak saat melihat tas berisi jenazah yang diduga Ferry Kalesaran (FK) digotong dari kawasan perkebunan menuju mobil polisi, Jumat (28/5/2021) siang.
Warga berteriak, mencaci maki, jenazah yang diduga FK.
FK diduga sebagai pelaku pembunuhan terhadap Marsela Sulu (12), warga Desa Koha yang jenazahnya ditemukan tewas dalam karung.
"User pa dia. Bakar pa dia. Jang kubur sini," teriak warga.
Emosi warga memuncak sejak hari pertama jenazah Marsela ditemukan.
Saat itu sejumlah warga hendak membakar rumah FK. Ada yang sudah bawa bensin.
Tapi Edi Sulu, ayah Marcela mencegah perbuatan itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/hasil-otopsi-jasad-atau-jenazah-ferry-kalesaran-meninggal-bunuh-diri-barang-bukti-di-tkp.jpg)