Pembunuhan Marsela Sulu
Update: Hasil Otopsi Jasad Ferry Kalesaran Meninggal Bunuh Diri, Tersangka Pembunuhan MS (12)
Hasil otopsi jasad Ferry Kalesaran (50), warga Desa Koha Barat, Kecamatan Mandolang, Minahasa meninggal bunuh diri.
Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Frandi Piring
Lanjut Aruan yang juga didampingi Kapolsek Pineleng, Iptu M. Pasaribu,
sejumlah barang bukti di TKP juga memastikan mayat tersebut adalah jasad Ferry Kalesaran.
Di TKP ditemukan tas hitam merek Kalibre, satu ponsel, satu smartphone, sendal jepit hitam, kemeja kotak-kotak merah.

(Foto: Barang bukti tali tambang yang digunakan Ferry Kalesaran (50) untuk gantung diri di Perkebunan Desa Koha, Minahasa. (Tribun Manado/Fernando Lumowa)
Lalu, rokok Gudang Garam dan tali tambang yang digunakan untuk gantung diri.
"Selain itu ada juga nota-nota belanja bahan bangunan atas nama yang bersangkutan (FK)," jelasnya.
Istri Tolak Jenazah Almarhum Ferry Kalesaran
Tine, istri dari Ferry Kalesaran (FK), tidak mau menerima mayat yang diduga suaminya.
Mayat tersebut ditemukan di perkebunan Desa Koha 1, Kecamatan Mandolang, Kabupaten Minahasa, provinsi Sulut, Jumat (28/5/2021) pagi.
Kondisi mayat menghitam.
Ferry Kalesaran diduga sebagai pelaku pembunuhan Marsela Sulu, bocah berusia 12 tahun asal Desa Koha, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara.
Cerita yang beredar di masyarakat, ia diduga bunuh diri dengan menggantung diri di pohon.
"Saya sudah tak mau terima, mau dibuat apa kek, saya tak mau terima," kata dia.
Kata-kata itu diulangnya kepada Tribun Manado. Dengan tegas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/hasil-otopsi-jasad-atau-jenazah-ferry-kalesaran-meninggal-bunuh-diri-barang-bukti-di-tkp.jpg)