Penemuan Mayat Bocah
Keluarga Pelaku dan Ayah Marsela Sulu Bertemu. Tragedi Koha Berdarah Berakhir Damai
Keluarga pelaku dan korban dikabarkan telah bertemu. Dalam pertemuan itu, keluarga pelaku meminta maaf kepada ayah korban Edi Sulu.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Gryfid Talumedun
Edi menuturkan, ia sangat ingin jenazah FK ditemukan.
Sampai sampai ia enggan makan. "Saya tak mau makan sebelum jenazah itu ditemukan," ujarnya.
Ia mengucapkan terima kasih kepada aparat kepolisian, TNI, ormas, warga dan seluruh pihak yang sudah membantu proses pencarian.
Sebut dia, keluarga mendapatkan simpati dari banyak pihak. "Ada pelukis yang sumbangkan karyanya tentang anak saya.
Lukisan itu saya pajang di dinding," ujar dia. (art)

• TERUNGKAP, Penyebab Kematian Marsela Sulu, Kompol Thommy: Pelakunya adalah Ferry Kalesaran
Daftar Barang di TKP Penemuan Jasad Marsela Sulu
Polresta Manado membeber hasil penyelidikan penemuan mayat bocah Marsela Sulu (13), warga Desa Koha, Kecamatan Mandolang, Minahasa, Sabtu (29/05/2021).
Selain membeber hasil penyelidikan, polisi menggelar barang bukti yang ditemukan di TKP (Tempat Kejadian Perkara) penemuan mayat Marsela.
Barang-barang yang ditemukan ialah karung kemasan pakan ternak, baju anak-anak dan celana dalam korban.
Dua potong pakaian yang penuh bercak darah itu dikemas dalam plastik bertanda khusus.
Selain pakaian, ditemukan juga bando hitam yang diduga kuat milik Marsela.
"Barang-barang ini yang kami temukan di TKP," ujar Kompol Thommy Aruan, Kabag Ops Polresta Manado.
Diperkosa lalu dibunuh
Penyebab kematian bocah malang Marsela Sulu (13) yang ditemukan tewas dalam karung di perkebunan Desa Koha, Kecamatan Mandolang, Minahasa, Jumat (21/05/2021) terungkap.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/edi-sulu-saat-memegang-foto-anaknya-marcela-sulu-1212.jpg)