Kamis, 7 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Penemuan Mayat Bocah

Keluarga Pelaku dan Ayah Marsela Sulu Bertemu. Tragedi Koha Berdarah Berakhir Damai

Keluarga pelaku dan korban dikabarkan telah bertemu. Dalam pertemuan itu, keluarga pelaku meminta maaf kepada ayah korban Edi Sulu. 

Tayang:
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Gryfid Talumedun
Arthur Rompis/Tribunmanado
Edi Sulu Saat Memegang Foto Anaknya Marcela Sulu 

"Sebelum tewas, korban disetubuhi. Hasil otopsi, ada tanda-tanda kekerasan pada alat kelamin korban," kata Kabag Ops Polresta Manado, Kompol Thommy Aruan saat press release kasus di Mapolresta Manado, Sabtu (29/05/2021) siang.

Aruan bilang, pelaku melakukan persetubuhan yang kemudian membunuh korban.

Korban meninggal karena dibunuh. Hasil otopsi menunjukkan terjadi pendarahan di selaput otak bocah malang tersebut.

"Ada sejumlah luka akibat benda tumpul di kepala korban.

Pukulan menyebabkan retak pada tulang tengkorak korban," kata Aruan yang didampingi Kapolsek Pineleng, Iptu Marudut Pasaribu.

Marsela Sulu Disetubuhi Ferry Kalesaran Sebelum Dibunuh, Tulang Tengkorak Sampai Retak

Lanjut Aruan, dari hasil penyelidikan, tersangka pelaku pemerkosaan dan pembunuhan Marsela ialah FK alias Ferry (50), warga desa yang sama dengan korban.

Mayat Ferry sendiri ditemukan telah membusuk di perkebunan Koha, Jumat (28/05/2021) pagi.

Kompol Thommy Aruan, Kabag Ops Polresta Manado menjelaskan, pihaknya langsung melakukan penyelidikan pasca ditemukannya mayat Marsela, Jumat (21/05/2021).

"Kesimpulan hasil penyelidikan, keterangan saksi, ada dugaan keterkaitan antara penemuan mayat Marsela dan penemuan mayat kemarin (FK)," kata Aruan yang didampingi Kasat Reskrim Polresta Manado, Kompol Taufik Arifin.

Ia membeber, keterangan beberapa saksi, melihat korban bersama tersangka pada tanggal 18 Mei 2021 malam sekitar pukul 19.00 Wita.

Edi Sulu, Ayah <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/marsela-sulu' title='Marsela Sulu'>Marsela Sulu</a>

"Korban bersama tersangka di mobil pick up. Ada beberapa saksi yang lihat," katanya.

Mobil yang dikendarai FK milik BUMDes Koha. "Mobil itu biasa dikemudikan FK karena ia aparat desa," jelasnya.

Katanya, dari keterangan beberapa saksi, hasil identifikasi TKP penemuan mayat Marsela dan keterangan keluarga mengarah pada simpulan FK sebagai pelaku.

Meskipun demikian, polisi masih menunggu hasil uji forensik untuk lebih memastikan  hasil penyelidikan.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 3/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved