Minggu, 3 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pembunuhan Marsela Sulu

TERUNGKAP, Penyebab Kematian Marsela Sulu, Kompol Thommy: Pelakunya adalah Ferry Kalesaran

Motif kematian bocah Marsela Sulu akhirnya diungkap pihak polisi, Sabtu (29/5/2021)

Tayang:
Editor: Chintya Rantung
Kolase Tribun Manado
Polisi ungkap penyebab kematian Marsela Sulu 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Polisi akhirnya mengungkap penyebab kematian bocah Marsela Sulu yang ditemukan di perkebunan Desa Koha, Kecamatan Mandolang, Minahasa, Jumat (21/05/2021) lalu.
Penyebab kematian Marsela Sulu diungkapkan Kabag Ops Polresta Manado, Kompol Thommy Aruan saat press release kasus di Mapolresta Manado, Sabtu (29/05/2021) siang.
Ia mengatakan sebelum tewas, korban disetubuhi. Hasil otopsi, ada tanda-tanda kekerasan pada alat kelamin korban.
"Pelaku melakukan persetubuhan yang kemudian membunuh korban dan hingga akhirnya meninggal karena dibunuh," sebut Aruan.
Tak hanya itu, Ia menjelaskan hasil otopsi menunjukkan terjadi pendarahan di selaput otak bocah malang tersebut. 
"Ada sejumlah luka akibat benda tumpul di kepala korban. Pukulan menyebabkan retak pada tulang tengkorak korban," kata Aruan yang didampingi Kapolsek Pineleng, Iptu Marudut Pasaribu. 
Lanjut Aruan, dari hasil penyelidikan, tersangka pelaku pemerkosaan dan pembunuhan Marsela ialah FK alias Ferry (50),warga desa yang sama
"Hasil penyelidikan dan pengembangan, identifikasi di lapangan menyimpulkan, kesimpulan terbesar pelakunya adalah FK," katanya.

Berikut ini  7 Fakta pembunuhan Marsela Sulu yang dirangkum Tribunmanado.co.id:

1. Awal mula Ferry sampai diduga sebagai pembunuh Marsela

Informasi yang dihimpun Tribun Manado, saat Marsela hilang terduga sempat kepergok membawa sebuah mobil Bumdes. 

Gayanya mencurigakan.

Tangan satu memegang setir. 

Tangan lainnya seperti tengah menekan sesuatu.

Diduga itu Marsela.

Warga menduga Marsela ia sekap. 

2. Pengakuan ayah dari Marsela

Edi Sulu, ayah Marsela menuturkan, seorang saksi sempat melihat orang itu berpapasan dengan anaknya pada hari kejadian hilangnya Marsela. 

"Ia datang dari arah bawah sedang anak saya dari arah atas," tuturnya.

Mereka berpapasan kemudian pria itu terus berjalan dan membalik lalu menuju ke arah anaknya. 

Ia mengaku menyerahkan masalah anaknya pada hukum.

"Saya tak mau menghakimi. Biarlah aparat yang menyelidiki. Saya serahkan pada aparat," katanya. 

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Manado Kompol Taufiq Arifin ketika dikonfirmasi tribunmanado.co.id, tak menampik adanya penemuan mayat Ferry. 

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved