Breaking News:

Kesehatan

8 Gejala DBD, Ada yang Muncul di Bagian Leher

Kenali apa saja gejala Demam Berdarah Dengue atau DBD dan tetap waspada. Jangan sampai terkena DBD, simak cara mencegahnya. 

(SingjaiStocker)
ILUSTRASI - gangguan pada kelenjar getah bening. Simak gejala-gejala DBD. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kenali apa saja gejala Demam Berdarah Dengue atau DBD dan tetap waspada. 

Jangan sampai terkena DBD, simak cara mencegahnya. 

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah satu di antara penyakit yang kerap muncul saat musim hujan. 

Baca juga: Soal Jawaban Kelas 2 SD, Tema 8 Halaman 20 21 22 23 25 dan 26 Buku Tematik

Baca juga: Lima Kebiasaan yang Sebaiknya Tidak Dilakukan di Pagi Hari

Baca juga: Gempa Bumi di Laut Tadi Malam Jam 10, Terjadi di 1 Titik, 4 Daerah Merasakan, Info BMKG

Kenali Penyebab dan Gejala Demam Berdarah Berikut Ini

Demam berdarah dengue (TRIBUN JOGJA/M FAUZIARAKHMAN)

Penyebab seseorang terkena DBD yaitu karena gigitan nyamuk Aedes Aegypti

Waspada dengan DBD, Merangkum Mayo Clinic, banyak orang tidak mengalami tanda atau gejala infeksi dengue.

Jika gejala benar-benar muncul, mungkin bisa disalahartikan sebagai penyakit lain,

seperti flu dan biasanya dimulai 4 hingga 10 hari setelah seseorang digigit nyamuk yang terinfeksi.

Berikut ini adalah beberapa gejala demam berdarah dengue yang dapat dikenali:

- Demam tinggi hingga 40 derajat Celcius

- Sakit kepala

- Nyeri otot, tulang, atau sendi

- Mual

- Muntah

- Sakit di belakang mata

- Pembengkakan di kelenjar getah bening di leher dan selangkangan

- Bintik-bintik merah atau bercak pada kulit

Kebanyakan orang dengan demam berdarah dapat pulih dalam kurun waktu seminggu atau lebih.

Sementara, pada beberapa kasus, gejalanya bisa memburuk dan bisa mengancam jiwa.

Kondisi inilah yang disebut demam dengue parah, sindrom syok dengue, atau demam berdarah tahap lanjut.

Demam berdarah parah terjadi ketika pembuluh darah rusak dan bocor, serta jumlah sel pembentuk gumpalan (trombosit) di aliran darah turun.

Hal ini dapat menyebabkan penurunan tekanan darah secara tiba-tiba (syok), pendarahan internal, kegagalan organ, dan bahkan kematian.

Tanda-tanda peringatan demam berdarah parah dapat berkembang dengan cepat.

Tanda-tanda peringatan ini biasanya dimulai 1 atau 2 hari pertama setelah demam hilang, dan mungkin termasuk:

- Sakit perut yang parah

- Muntah terus menerus

- Pendarahan dari gusi atau hidung

- Darah dalam urine, tinja, atau muntahan

-Pendarahan di bawah kulit, yang mungkin terlihat seperti memar

- Sulit bernapas atau napas cepat

- Kelelahan atau lemas

- Lekas marah atau gelisah

Perlu dipahami, demam berdarah parah adalah keadaan darurat medis yang mengancam jiwa.

Segera cari pertolongan medis jika:

- Anda baru-baru ini mengunjungi daerah di mana demam berdarah diketahui terjadi

- Anda mengalami demam dan Anda mengembangkan salah satu tanda peringatan, seperti sakit perut yang parah, muntah, kesulitan bernapas, atau darah di hidung, gusi, muntah atau tinja

- Jika Anda baru-baru ini bepergian dan mengalami demam, serta gejala ringan demam berdarah, jangan tunda untuk segera menghubungi dokter.

Diagnosis demam berdarah

Melansir Health Line, dokter biasanya akan mendiagnosis jenis virus dengue dan kemudian mulai mencari tanda-tanda demam berdarah dengue.

Dokter kemungkinan akan melakukan hal berikut:

- Periksa tekanan darah

- Periksa kulit, mata, dan kelenjar

- Melakukan tes darah dan studi koagulasi

- Melakukan rontgen dada

Selain melakukan tes tersebut, dokter mungkin juga akan mengajukan pertanyaan tentang riwayat kesehatan pribadi dan keluarga Anda.

Dokter akan bertanya tentang gaya hidup dan perjalanan Anda baru-baru ini.

Cara mengobati demam berdarah

Tujuan pengobatan demam berdarah dengue adalah untuk mengatasi gejala dan mencegah infeksi menjadi lebih parah.

Kasus yang parah mungkin memerlukan perawatan darurat seperti:

- Hidrasi dengan cairan intravena (IV)

- Obat bebas atau resep untuk mengatasi rasa sakit

- Terapi elektrolit

- Transfusi darah

- Pemantauan tekanan darah yang cermat

- Terapi oksigen

- Observasi keperawatan terampil

Semua metode ini ditujukan untuk mengendalikan dan meringankan gejala demam berdarah sambil membantu tubuh sembuh secara alami.

Dokter akan terus memantau respons tubuh penderita.

Demam berdarah yang parah seringkali lebih sulit diobati karena gejalanya lebih buruk dan muncul lebih cepat. 

Pencegahan Demam Berdarah

Satu-satunya cara mencegah demam berdarah adalah dengan menghindari gigitan nyamuk DBD. Berikut beberapa di antaranya:

1. Pilih pakaian yang aman dari gigitan nyamuk

Melansir Medical News Today, pilih pakaian yang aman dari gigitan nyamuk.

Sebisa mungkin, minimalkan bagian kulit yang rentan digigit nyamuk.

Caranya dengan menggunakan celana panjang, pakaian lengan panjang, serta kaus kaki.

2. Gunakan obat nyamuk yang aman

Cara mencegah demam berdarah lainnya yakni gunakan pengusir nyamuk yang aman.

Jika menggunakan obat nyamuk yang mengandung diethyltoluamide (DEET), pilih yang kadarnya 10 persen.

Demi keamanan, hindari obat nyamuk yang mengandung kadar DEET tinggi di atas 30 persen karena bisa merusak saraf dan memicu kanker.

Ingat, obat nyamuk dengan bahan aktif ini tidak aman untuk anak-anak.

3. Pakai kelambu atau perangkap nyamuk

Apabila khawatir dengan keamanan obat nyamuk, gunakan kelambu atau alat perangkap nyamuk.

Kendati tidak sepraktis dan efisien seperti obat nyamuk, namun kelambu dan alat perangkap nyamuk relatif lebih aman untuk mencegah gigitan nyamuk.

Baca juga: Ada 200 Jenis Tanaman Obat Tradisional, Ini Wisata Taman Toga Terbesar di Banten

4. Pasang kasa di lubang angin, pintu, dan jendela

Selain menggunakan kelambu atau perangkap nyamuk, cara mencegah gigitan demam berdarah juga bisa dengan memasang kasa.

Pasang kasa di lubang angin, pintu, dan jendela yang rentan menjadi pintu masuknya nyamuk demam berdarah.

5. Hindari wewangian tertentu

Beberapa wewangian dapat mengundang nyamuk demam berdarah masuk dan bersemayam di suatu ruangan.

Untuk itu, hindari wewangian tertentu saat musim demam berdarah.

Sabun dan parfum yang beraroma tajam juga dapat menarik nyamuk DBD menggigit tubuh.

6. Cegah genangan air di sekitar tempat tinggal

Nyamuk Aedes aegypti gemar berkembang biak di air bersih dan genangan.

Untuk itu, cara mencegah demam berdarah perlu mencegah genangan air di sekitar tempat tinggal, caranya:

- Selalu Balik ember, tempayan, kaleng penyimpanan, atau benda yang rentan jadi penampungan genangan air

- Pastikan untuk menghilangkan kelebihan air di piring pot tanaman

- Sisir wadah atau bak penampung air yang potensial digunakan sebagai tempat berkembang biak nyamuk

- Pastikan saluran pembuangan air mengalir lancar, bila perlu pasang jebakan nyamuk di lubang selokan Ganti air di vas bunga setiap dua hari dan gosok bagian dalam vas sampai bersih

Selain mencoba meminimalkan gigitan nyamuk dengan berbagai cara mencegah demam berdarah di atas, pastikan kondisi tubuh prima.

Jaga daya tahan tubuh dengan pola makan sehat, tidur yang cukup, dan minimalkan stres.

Berita Lain Terkait Kesehatan

Artikel ini telah tayang di

TribunJogja.com dengan judul Kenali Penyebab dan Gejala Demam Berdarah Berikut Ini,

https://jogja.tribunnews.com/2020/12/09/kenali-penyebab-dan-gejala-demam-berdarah-berikut-ini?page=all

TribunBanten.com dengan judul Memasuki Musim Hujan, Berikut 6 Cara Mencegah Demam Berdarah,

https://banten.tribunnews.com/2020/11/09/memasuki-musim-hujan-berikut-6-cara-mencegah-demam-berdarah?page=all

Editor: Handhika Dawangi
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved