Soeharto Lengser
Firasat Harmoko 'Saya Minta Maaf Palunya Patah', 2 Bulan Kemudian Presiden Soeharto Lengser Mei 1998
Ketua MPR dan DPR RI kala itu, Harmoko merasakan firasat berakhirnya pemerintahan rezim Soeharto. Pak Harto lengser daua bulan kemudian pada Mei 1998.
Lengsernya Soeharto menandai munculnya era baru bernama reformasi.

(Foto: Soeharto lengser mengundurkan diri pada 21 Mei 1998 setelah tragedi Trisakti pecah/Kompas.com)
Era ini diharapkan mengembalikan demokrasi yang dianggap lenyap selama 32 tahun Orde Baru berkuasa.
Dan hari ini, Senin (21/5/2018) reformasi genap berusia 20 tahun.
Tragedi Trisakti 1998
Peristiwa berdarah 23 tahun yang lalu, tepatnya 12 Mei 1998, empat mahasiswa Trisakti meninggal dunia usai tertembak di dalam kampus terkait aksi demonstrasi menentang pemerintahan Soeharto. Peristiwa ini dikenal sebagai Tragedi Trisakti.
Kekejaman aparat pada aktivis kala itu menjadi tragedi berdarah yang masih diingat hingga kini.
Bahkan keadilan bagi keluarga masih dinanti.
Seperti apa kejadian di Universitas Trisakti waktu itu? Siapa saja yang jadi korban tragedi?
Demonstrasi mahasiswa di Universitas Trisakti merupakan rangkaian aksi mahasiswa yang menuntut reformasi sejak awal 1998.
Aksi mahasiswa semakin terbuka dan berani sejak Soeharto diangkat menjadi presiden untuk ketujuh kalinya dalam Sidang Umum MPR pada 10 Maret 1998.
Para aktivis geram karena pemerintah dinilai telah melakukan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN), hingga menyeret negara ke dalam krisis moneter.
Sehari setelah kejadian, Harian Kompas, Rabu (13/5/1998) menurunkan berita dengan judul Insiden di Universitas Trisakti: Enam Mahasiswa Tewas.
Keenam mahasiswa tersebut diumumkan Rektor Universitas Trisakti Prof Dr Moedanton Moertedjo.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/ketua-mprdpr-ri-pada-1998-harmoko-kiri-meminta-soeharto-untuk-mundur-dari-jabatan-presiden.jpg)