Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pandemi Covid 19

Kasus Covid-19 di India Mulai Menurun, Tetapi Krisis Belum Usai

Jumlah penularan terus menurun dengan rata-rata jumlah kasus berada di bawah angka 300 ribu untuk pertama kalinya setelah berminggu-minggu.

AP
Beberapa tumpukan kayu pemakaman pasien yang meninggal karena penyakit COVID-19 terlihat terbakar di tanah yang telah diubah menjadi krematorium kremasi massal korban virus corona, di New Delhi, India, Rabu (21/4/2021). 

Mukherjee mengatakan pada bulan lalu, jumlah kasus meningkat tiga kali lipat dan jumlah laporan kematian mencapai enam kali lipat – tetapi tes Covid hanya bertambah 1,6 kali.

Sementara, vaksinasi anjlok hingga 40 persen.

Salah satu kekhawatiran terbesar dari para ahli adalah India tidak akan pernah tahu besaran angka kematian yang sebenarnya akibat virus ini.

Dengan jumlah kematian yang dilaporkan di bawa angka sebenarnya, para jurnalis mencari jawaban dari sejumlah krematorium, dibanding mengandalkan data resmi pemerintah.

Namun, jika sebelumnya para pejabat terlihat lebih fokus pada angka-angka, kini mereka mulai melakukan tindakan nyata.

“Tadinya, tidak ada satu hal yang menjadi prioritas, tetapi kini, semua orang mengutamakan pada bagaimana cara mencegah penyebaran virus ini semaksimal mungkin,” kata Reddy.

Jika sebelumnya banyak negara bagian yang kekurangan tempat tidur, tabung oksigen, dan kebutuhan medis lainnya, kini mereka mulai menambah ribuan tempat tidur tiap minggu, mengubah stadion olahraga menjadi rumah sakit darurat, dan membeli peralatan medis sebanyak mungkin.

Negara-negara bagian di seluruh India sudah bersiap-siap menghadapi ledakan virus berikutnya dan bahkan sejumlah pengadilan sudah turun tangan untuk membantu memperlancar ketersediaan tabung oksigen.

Bantuan dari luar negeri, meski masih mengadapi hambatan birokrasi, sudah mulai berdatangan.

Lebih dari 11 ribu konsentrator oksigen, hampir 13 ribu silinder oksigen dan 34 juta ampul vaksin antivirus sudah dikirimkan ke berbagai negara bagian.

Tetap saja, bantuan datang sangat lambat di banyak distrik seiring timbulnya kasus baru di sejumlah wilayah bahkan di pedalaman sekalipun seperti Andaman dan Kepulauan Nicobar di Samudra Hindia.

Meskipun Mumbai terlihat mulai bisa membalikkan keadaan, daerah sekitar negara bagian Maharashtra masih mencatat sekitar 40 ribu kasus harian.

“Anda membaca gambaran yang sangat rumit dan kompleks,” kata Banaji, ahli matematika.

Namun di setidaknya satu rumah sakit di Mumbai, “Bebannya turun sebesar 30 sampai 40 persen dari sebelumnya,” kata Dr Om Shrivastav, dokter dan anggota dari gugus tugas Covid-19 di Maharashtra.

Tetap saja, banyak kota dan negara bagian bersiap menghadapi munculnya penyebaran virus baru.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved