Breaking News:

Bupati Bolsel: Tak Hadir di Paripurna Bakal Kena Sanksi Pemotongan TKD 

Jadi jika nanti ada ASN yang sering tak datang saat paripurna, otomatis kehadirannya tak akan terhitung di E-kinerja. 

Tribun Manado / Fernando Lumowa
Bupati Bolsel, Iskandar Kamaru 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Rapat paripurna DPRD Kabupaten Bolsel, yang membahas rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) tahun 2021-2026, terpantau sepi. 

Banyak ASN yang tak hadir pada Paripurna yang digelar pada Jumat (30/4/2021) di ruang Paripurna DPRD Bolsel. 

Hal ini ternyata mendapat perhatian dari Bupati Bolsel Haji Iskandar Kamaru. 

Ketika membawakan sambutan, Iskandar Kamaru langsung meminta Sekretaris Daerah (Sekda) Bolsel yakni Marzanzius Arvan Ohy, untuk mencatat nama-nama ASN yang tak hadir. 

"Terutama untuk eselon III dan IV, tolong dicatat pak Sekda," ujar Kamaru.

Ia menegaskan jika saat ini Pemkab Bolsel sudah menerapkan sistem E-kinerja. 

Jadi jika nanti ada ASN yang sering tak datang saat paripurna, otomatis kehadirannya tak akan terhitung di E-kinerja. 

Dampaknya, para ASN tersebut akan mendapatkan sanksi pemotongan tunjangan kinerja daerah (TKD). 

"Jadi jangan saling bela, supaya semuanya sesuai kinerja masing-masing," kata Kamaru. 

Ia meminta agar para ASN di Bolsel tak menjadikan bulan Ramadhan sebagai alasan masuk kantor. 

"Karena kalau mau bilang puasa, saya juga puasa, kalau sibuk, saya lebih sibuk. Tapi kami tetap menyempatkan diri hadir disini," tegasnya. 

Top eksekutif di Kabupaten Bolsel ini menegaskan jika banyak ASN yang bersifat anggap remeh. 

"Masih banyak yang pandang enteng, jadi jangan saling bela," tegasnya. 

Kamaru pun menegaskan jika kehadiran para ASN sangat penting dalam pembahasan RPJMD.  "RPJMD ini kan nantinya akan dijalankan oleh para SKPD. Jadi mereka wajib hadir," tegas dia.  (*)

Penulis: Nielton Durado
Editor: Charles Komaling
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved