Kasus Benih Lobster
Nama Menhan Prabowo Subianto Sering Disebut, Jubir: Dicatut Orang yang Tidak Bertanggung Jawab
Terkait kasus eksport benih lobster, yang sebelumnya membuat mantan menteri KKP ditangkap KPK.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Terkait kasus ekspor benih lobster, yang sebelumnya membuat mantan menteri KKP ditangkap KPK.
Terkait hal tersebut saat sidang pun nama Menhan Prabowo Subianto pun disebut.
Hal ini tentunya jadi perhatian karena saat ini Prabowo Subianto tengah menjabat sebagai Menteri Pertahanan.
Baca juga: Kasus Vonnie Anneke Panambunan Jadi Pembelajaran Bagi Kepala Daerah di Sulut
Baca juga: Bacaan Alkitab Kamis 29 April 2021, Ulangan 24:14-15 : Jangan Rampas Hak si Miskin
Baca juga: Deretan Zodiak Paling Sabar, Zodiak ke-2 Tidak Suka Permusuhan dan Cinta Damai, Apa Itu Zodiakmu?

Menjabat sebagai Menteri Pertahanan.
Nama Prabowo Subianto sering dicatut oleh sejumlah pihak.
Juru Bicara Prabowo Subianto di Kementerian Pertahanan,
Dahnil Anzar Simanjuntak mengaku nama Prabowo kerap dicatut oleh orang - orang tak bertanggung jawab demi kepentingan pribadi mereka.
Ia pun sangat menyayangkan perilaku catut mencatut nama ini terus diperlihatkan oleh sejumlah pihak.
"Nama beliau sering dicatut orang-orang tertentu yang tidak bertanggung jawab untuk kepentingan pribadi mereka.
Kita sangat sayangkan prilaku-prilaku tersebut," kata Dahnil kepada Tribunnews.com, Rabu (28/4/2021).
Dahnil sendiri membantah pernyataan yang menyebut Prabowo Subianto adalah pemilik atau pengendali PT Aero Cipta Kargo (PT ACK).
PT ACK diketahui merupakan satu - satunya perusahaan forwarder benih lobster (benur).
Perusahaan ini meraup untung hingga Rp38 miliar sebagaimana isi surat dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) terhadap eks Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo.
Dalam dakwaan jaksa, sejumlah pemegang saham PT ACK adalah representasi dari terdakwa Edhy Prabowo.
Sosok pemegang saham seperti Amri dan Achmad Bachtiar merupakan kerabat dari terdakwa.