Breaking News:

Tribun Travel

Watu Panimbe Minawanua: Jejak Peradaban Masyarakat Adat Toudano

Watu Panimbe sebuah batu yang berdiri tegak menjadi saksi sejarah asal-usul peradaban orang Tondano

Penulis: Lefrando Andre Gosal
Editor: David_Kusuma
Lefrando Gosal
Watu Panimbe Minawanua 

Dalam mendirikan kampung, orang Minahasa memiliki tatacara, melalui ritual adat dan meminta petunjuk dari Sang Pencipta.

Pemugaran situs Watu Panimbe oleh komunitas budaya dilakukan untuk menjaga agar penanda sejarah itu tidak rusak atau hilang.

Baca juga: Kartika Putri Menangis Lihat Suami Diisolasi di Kamar Belakang, Syok Dinyatakan Postif Covid 19

Baca juga: Setelah Kepala BIN Papua, Bharada Komang Gugur saat Baku Tembak dengan KKB Papua Jam 12.30 WIT

Baca juga: Setelah Kepala BIN Papua, Bharada Komang Gugur saat Baku Tembak dengan KKB Papua Jam 12.30 WIT

“Penanda budaya ini adalah miliki bersama yang harus dijaga bersama-sama,” ungkap Taroreh.

Lanjutnya, sebutan Panimbe bermakna sesuatu yang di berikan Sang Khalik sebagai ruang hidup.

Panimbe yang terletak di Minawanua TouLiang dan TouLimambot berdasarkan perhitungan silsilah telah berumur lebih dari seribu tahun. Hunian ini ditinggalkan setelah perang melawan Belanda setelah tahun 1908.

Sementara itu, Rikson Ch Karundeng, Budayawan Minahasa menyampaikan proses hingga adanya Watu Panimbe. Menurutnya tradisi itu juga masih berlangsung hingga hari ini.

Semisal peletakan batu pertama saat memabangun rumah.

Baca juga: Gempa Bumi Saat Ini 5,6 Magnitudo, Komputer Bergoyang-goyang & Karyawan Berhamburan, Ini Lokasinya

Baca juga: Firasat Ibu Kopda Eta Mimpi Putranya Pulang Basah Kuyup Disangkal Suami: Biasa Tak Pamit, Kini Pamit

Baca juga: Pemerintahan Olly Dondokambey Bukukan Investasi Rp 1,7 Triliun, Tumbuh 478 Persen saat Pandemi

“Watu Panimbe itu, adalah situs atau penanda yang didirikan oleh para leluhur ketika mereka pertama kali membuka kampung.

Leluhur Minahasa dahulu dalam mendirikan kampung memiliki tatacara khusus. Mendirikan perkampungan baru harus menunggu petunjuk, Kalau leluhur memberi petunjuk maka komunitas akan mencari tempat untuk ditinggali.

Dari pengetahuan yang dimiliki, komunitas akan tahu mana tempat yang tepat. Burung manguni banyak kali jadi perantara membawa pesan Sang Khalik,” tandas Karundeng.

Baca juga: Daftar 34 Jenderal TNI Angkatan Darat, TNI AU dan TNI AL Naik Pangkat

Baca juga: Pekan Ini, BPD di Beberapa Desa di Kotamobagu Akan Segera Dilantik

Baca juga: Firasat Ibu Kopda Eta Mimpi Putranya Pulang Basah Kuyup Disangkal Suami: Biasa Tak Pamit, Kini Pamit

YOUTUBE TRIBUN MANADO:

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved