Berita Sitaro
Tagana Sitaro Gelar Pembersihan dan Penyemprotan Disinfektan di Gereja GMIST Ulu
Kegiatan bakti sosial dilaksanakan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro di gedung Gereja GMIST Ulu
Penulis: Octavian Hermanses | Editor: David_Kusuma
Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Kegiatan bakti sosial dilaksanakan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) di gedung Gereja GMIST Ulu, Kecamatan Siau Timur (Sitim), Selasa (27/04/2021).
Baksos dalam bentuk pembersihan halaman gereja dan penyemprotan disinfektan ini merupakan program rutin pihak Tagana yang bernaung di bawah Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Kepulauan Sitaro.
Baksos yang di mulai pagi tadi sekitar pukul 08.00 Wita diikuti oleh 10 personel Tagana bersama pejabat dan staf pegawai Dinsos Sitaro.
Menurut Kepala Dinsos Sitaro, Evita Janis, pembersihan dan penyemprotan disinfektan di gedung Gereja GMIST Jemaat Ulu merupakan bagian dari upaya menekan penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di rumah-rumah ibadah.
Baca juga: Ingat Napi Bule Cantik Asal Afrika Selatan? Kini Fasih Bahasa Manado, Tahu Cara Membuat Membatik
Baca juga: DPRD Sulut Gelontorkan Rp 1,2 Miliar Beli Laptop Apple untuk 45 Wakil Rakyat
Baca juga: Wanita Cantik Asal Bolmut Karmila Tabuan Ajak Umat Muslim Perbanyak Hal Positif di Bulan Ramadan
"Karena virus corona ini masuk kategori bencana non alam, jadi masuk prioritas program Tagana Sitaro," kata Janis, saat diwawancarai wartawan.
Apalagi, sambung Janis, Kecamatan Siau Timur yang menjadi lokasi gedung Gereja GMIST Jemaat Ulu sempat masuk kategori zona merah dalam peta sebaran Covid-19 di Kabupaten Kepulauan Sitaro beberapa waktu lalu.
"Itulah sebabnya, kami mengambil Gereja Ulu sebagai lokasi kegiatan bakti sosial ini," terang Janis.
Bicara program Tagana Sitaro, Janis menyebut tiga hal yang terkait kebencanaan, mulai dari fase pra bencana, saat bencana hingga pasca bencana.
"Tagana Sitaro sudah mengambil peran dalam setiap peristiwa bencana, baik karena alam maupun non alam. Terakhir, mereka terjun pada peristiwa banjir bandang di Kelurahan Bahu Dusun Namitung beberapa waktu lalu," ungkap Janis.
Baca juga: Masamper Bikin Wali Kota Manado Vicky Lumentut Berjoget dan Menangis
Baca juga: JR Sulut Bayar Santunan ke Ahli Waris Meikel Maringka dan Korban Lain Lakalantas Depan Kodam
Baca juga: Kecelakaan Maut Pukul 18.30 Wita, Anak Kepala Dusun Tewas Terlindas Truk, Nyalip Tapi Jalanan rusak
Sementara itu, Koordinator Tagana Sitaro, Fitria Aughogho menerangkan, program kerja Tagan Sitaro telah terencana sejak tahun lalu.
Namun demikian, dalam aksinya Tagana terkendala situasi pandemi Covid-19 yang hingga saat ini masih melanda dunia, termasuk Kabupaten Sitaro.
"Tapi dalam beberapa peristiwa bencana kami tetap turun sesuai tugas dan fungsi Tagana," ungkap Fitria.
Dalam situasi pandemi saat ini, ia menyebut pihaknya membaik gunakan kesempatan dengan melaksanakan bakti sosal yang terkait kebencanaan.
Baca juga: Wali Kota Manado Vicky Lumentut: Anak-anak dan Lansia Boleh Masuk Mal
Baca juga: Watu Panimbe Minawanua: Jejak Peradaban Masyarakat Adat Toudano
Baca juga: Ada Mujizat dan Keajaiban di Balik Kebakaran di Bitung, Satu Orang Terbangun hingga Alkitab Utuh
"Termasuk upaya menekan penyebaran Covid-19 seperti yang kami laksanakan ini, berupa penyemprotan disinfektan," terangnya.
Aksi nyata dari Tagana ini pun menuai respon positif dari berbagai kalangan, termasuk pengurus Badan Pekerja Majelis Jemaat (BPMJ) maupun pengurus pelka Gereja GMIST Ulu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/kegiatan-baksos-yang-digelar-tagana-sitaro-di-gereja-gmist-jemaat-ulu.jpg)