Reshuffle Kabinet
Jelang Reshuffle Kabinet, Olly Dondokambey Bertolak ke Jakarta, Ini Kegiatan Gubernur di Ibu Kota
Olly Dondokambey Gubernur Sulut bertolak ke Jakarta, di tengah isu reshuffle kabinet Presiden Joko Widodo
Penulis: Ryo_Noor | Editor: David_Kusuma
Ia lalu menceritakan pengalaman Jepang, yang pemerintahnya dan rakyatnya, selalu belajar untuk siap menghadapi bencana.
Sejumlah hal detil diperhatikan, kata Megawati, hingga soal tas ransel, alarm siaga, dan jalur evakuasi.
Siaga bencana juga mencakup penelitian mendalam soal jenis-jenis bencana yang mungkin hadir. Hingga bagaimana memperbaiki manajemen bantuan pasca bencana yang lebih baik.
Baca juga: Pantas Saja KKB Papua Sulit Diredam, Ternyata Segini Gelontoran Dana Beli Amunisi, Sumber Uang?
Baca juga: Nomor Induk Tak Sesuai Danom, KPM di Bolsel Pasrah tak Bisa Terima Bantuan Sosial Tunai
Baca juga: PT Indomaret Group Buka Lowongan Kerja Terbaru, Terima Mulai Lulusan SMA, Ini Syarat dan Cara Daftar
“Maksud saya, mari kita gotong royong merubah berbagai hal. Satu adalah tata ruang. Kedua, urusan data gunung yang belum bisa sinkron,” kata Megawati.
“Kalau kita cuma sharing tanpa follow up, bagaimana kita menolong rakyat? Rakyat itu kerap hanya pasrah. Dengan demikian, maka harus ada pelajaran dan simulasi sebelum bencana,” tegas Megawati.
Gubernur Olly menyampaikan, Sulut merupakan dalam satu daerah rawan bencana di Indonesia.
Sebagai informasi, karakteristik Sulut merupakan daerah yang rentan terhadap bencana alam. Sebagaimana data Indeks Resiko Bencana Indonesia (IRBI), Sulut masuk dalam kategori beresiko tinggi karena banyak potensi bencana alam, seperti: banjir, tanah longsor, gempa bumi, angin puting beliung dan gelombang pasang.
Olly menegaskan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana lewat sinergitas dan kerjasama semua pihak dalam penanggulangan bencana baik pemerintah daerah dan pusat.
Baca juga: WASPADA Kolesterol Tinggi, Ini Tanda-tandanya, Mudah Lelah & Muncul Hal Ini di Urat
Baca juga: Ustaz Abdul Somad Nikah Lagi, Mellya Juniarti Sang Mantan Istri Disorot, Begini Kabarnya Sekarang
Pemprov Sulut terus melakukan upaya penanggulangan bencana seperti mengantisipasi Siklon Tropis Surigae yaitu memberikan himbauan kepada Pemerintah Kabupaten/Kota untuk meningkat kewaspadaan masyarakat, dan telah melaksanakan Apel Kesiapsiagaan secara serentak pada tanggal 21 April 2021 yang diikuti oleh TNI-POLRI dan Instansi Terkait dalam penanganan penanggulangan bencana yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas Pemerintah dan semua elemen masyarakat untuk meminimalisir dampak risiko yang ditimbulkan akibat bencana.
Langkah kesiapsiagaan yang dilaksanakan Pemprov Sulut antara lain: Sosialisasi pengurangan resiko bencana kepada masyarakat yang berada di daerah rawan bencana, anak sekolah dan pelatihan bagi Aparatur untuk meningkatkan kapasitas; Pembentukan Desa Tangguh Bencana dan Pembuatan jalur-jalur evakuasi.
Upaya mitigasi juga dilakukan, antara lain: Normalisasi Daerah Aliran Sungai; Rekonstruksi Tebing Penahan Longsor; Pembangunan Waduk; Pembuatan Talud Pengaman Pantai dan Reboisasi.
Olly menjelaskan, kesiapsiagaan penanggulangan bencana dapat meningkatkan kapasitas pemerintah dan semua elemen masyarakat dalam upaya penanggulangan bencana, guna meminimalisir dampak resiko yang ditimbulkan akibat bencana alam.
Sementara itu, Kepala BMKG Dwikorita mengatakan bahwa di tahun 2002, saat masih menjadi wakil presiden, Megawati Soekarnoputri tampaknya mempunyai visi jauh ke depan soal bencana alam yang akan semakin meningkat di Indonesia.
Sehingga mengantisipasi dengan menetapkan BMKG sebagai organisasi mandiri seperti saat ini.
“Berkat keputusan inilah BMKG bisa berkembang seperti saat ini, meskipun banyak hal yang mesti kita pelajari. Terima kasih kepada Presiden Kelima Ibu Megawati yang telah membesarkan dan menguatkan BMKG,” ujar Dwikorita.
Baca juga: Pria Lady Killer Kencani dan Tipu 20 Wanita Bersamaan, 3 Pacarnya Tinggal Seatap, Kuras Rp 20 Miliar
Baca juga: Henry Boomerang Meninggal Dunia Sabtu (24/4/2021): Rest In Peace Selamat Jalan Hubert Henry