Rabu, 22 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kapal Selam Nanggala Hilang Kontak

Ahli Kapal Selam Ungkap Alasan Pencarian dan Penyelamatan KRI Nanggala 402 Rumit

Sebagian besar sistem-sistem penyelamatan kapal selam hanya bisa beroperasi hingga kedalaman sekitar 600 meter.

Istimewa/Anna bakker
Kapal Selam KRI Nanggala-402 yang kehilangan kontak 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pemerintah mengerahkan segala kekuatan untuk menemukan kapal selam KRI Neggala 402 yang hilang kotak sejak Rabu (21/4/2021).

Pada Kamis (22/4/2021), kapal-kapal milik TNI Angkatan Laut secara intensif masih mencari kapal selam yang kemungkinan tenggelam terlalu dalam sehingga akan menyulitkan penyelamatan.

Mengutip warta VOA Indonesia, banyak pihak menyatakan peluang bertahan hidup bagi 53 orang di dalamnya menipis.

Negara-negara tetangga bergegas mengerahkan kapal-kapal penyelamat mereka untuk mendukung operasi penyelamatan rumit tersebut.

KRI Nanggala 402 yang bertenaga diesel sedang berpartisipasi dalam sebuah latihan, Rabu, ketika diketahui tidak melakukan panggilan pelaporan sesuai jadwal.

Sejumlah pejabat melaporkan adanya lapisan minyak dan bau bahan bakar diesel di dekat posisi terakhir penyelaman kapal itu, sekitar 96 kilometer dari Pulau Bali, meskipun belum ada bukti konklusif bahwa semua itu terkait dengan kapal selam yang hilang itu.

Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono mengatakan kepada wartawan, persediaan oksigen di kapal selam akan habis pada Sabtu (24/4/2021) pukul 03.00.

Ia mengatakan tim penyelamat menemukan benda tak dikenal dengan kekuatan magnet tinggi di kawasan itu dan para pejabat berharap itu merupakan kapal selam.

Angkatan Laut mengatakan, mereka yakin kapal selam itu tenggelam ke kedalaman 600-700 meter – jauh lebih dalam dari posisi kedalaman yang diperkirakan oleh perusahaan yang meningkatkan kemampuan kapal tersebut pada 2009-2012, yakni 200 meter.

Ahn Guk-hyeon, seorang pejabat dari Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering Korea Selatan, mengatakan, kapal selam itu akan rusak jika melewati kedalaman sekitar 200 meter karena tekanan.

Ia mengatakan, perusahaannya meningkatkan sebagian besar struktur dan sistem internal kapal selam Indonesia itu tetapi tidak memiliki informasi terbaru tentang kapal tersebut.

Frank Owen, dari Submarine Institute of Australia juga mengatakan, kapal selam itu mungkin tenggelam terlalu dalam sehingga akan menyulitkan tim penyelamat untuk mengoperasikannya jika ditemukan.

“Sebagian besar sistem-sistem penyelamatan kapal selam hanya bisa beroperasi hingga kedalaman sekitar 600 meter,” kata dia.

“Kapal selam bisa masuk lebih dalam dari itu karena memang memiliki margin keselamatan yang dibangun di dalam desainnya, tetapi pompa dan sistem-sistem lain yang terkait dengannya mungkin tidak memiliki kapasitas untuk beroperasi. Jadi kapal itu bisa bertahan di kedalaman itu, tapi belum tentu bisa beroperasi," katanya.

Owen, yang mengembangkan sistem penyelamatan kapal selam Australia, mengatakan KRI Nanggala 402 yang sedang dicari itu tidak dilengkapi kursi penyelamat di sekitar pintu keluar yang dirancang untuk penyelamatan bawah air.

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved