Breaking News:

Kapal Selam Nanggala Hilang Kontak

Ahli Kapal Selam Ungkap Alasan Pencarian dan Penyelamatan KRI Nanggala 402 Rumit

Sebagian besar sistem-sistem penyelamatan kapal selam hanya bisa beroperasi hingga kedalaman sekitar 600 meter.

Istimewa/Anna bakker
Kapal Selam KRI Nanggala-402 yang kehilangan kontak 

Ia mengatakan, perusahaannya meningkatkan sebagian besar struktur dan sistem internal kapal selam Indonesia itu tetapi tidak memiliki informasi terbaru tentang kapal tersebut.

Frank Owen, dari Submarine Institute of Australia juga mengatakan, kapal selam itu mungkin tenggelam terlalu dalam sehingga akan menyulitkan tim penyelamat untuk mengoperasikannya jika ditemukan.

“Sebagian besar sistem-sistem penyelamatan kapal selam hanya bisa beroperasi hingga kedalaman sekitar 600 meter,” kata dia.

“Kapal selam bisa masuk lebih dalam dari itu karena memang memiliki margin keselamatan yang dibangun di dalam desainnya, tetapi pompa dan sistem-sistem lain yang terkait dengannya mungkin tidak memiliki kapasitas untuk beroperasi. Jadi kapal itu bisa bertahan di kedalaman itu, tapi belum tentu bisa beroperasi," katanya.

Owen, yang mengembangkan sistem penyelamatan kapal selam Australia, mengatakan KRI Nanggala 402 yang sedang dicari itu tidak dilengkapi kursi penyelamat di sekitar pintu keluar yang dirancang untuk penyelamatan bawah air.

Ia mengatakan, kapal selam penyelamat perlu membuat koneksi kedap air ke kapal selam yang rusak melalui rongga yang dihubungkan ke kursi penyelamat itu sehingga pintunya dapat dibuka tanpa kapal selam yang rusak dibanjiri air.

Pemerintah mengatakan bahwa kapal-kapal Angkatan Laut, kapal-kapal selam, dan pesawat-pesawat udara sedang dikerahkan untuk mencari di daerah tempat kapal selam itu terakhir kali terdeteksi.

Sebuah kapal survei hidrooseanografi yang dilengkapi dengan kemampuan deteksi bawah air juga sedang dalam perjalanan menuju lokasi di sekitar tumpahan minyak.

Kapal-kapal penyelamat dari Singapura dan Malaysia diharapkan tiba antara Sabtu (24/4) dan Senin (26/4).

Indonesia mengatakan Australia, Amerika Serikat, Jerman, Prancis, Rusia, India, dan Turki juga telah menawarkan bantuan.

Korea Selatan mengatakan juga menawarkan bantuan.  (*)

Baca juga: AKP SR Penyidik KPK yang Diduga Peras Wali Kota Tanjungbalai, Ali Fikri : Pelanggaran Etik

Baca juga: Demokrat-PKS Belum Sepakati Capres 2024, AHY: Bicara Penanganan Covid, Resesi Ekonomi, Demokrasi

Baca juga: Ingat Bocah Pengungsi Afganistan Bernama Tahanan PBB 2? Kini Sudah Diadopsi, Bahagia Belajar Luring

Editor: maximus conterius
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved