Pandemi Covid 19
Covid-19 di India Masih Mencekam, Sudah 15 Juta Kasus, Rata-rata 1 dari 3 Warga New Delhi Positif
Kementerian Kesehatan juga melaporkan 1.619 kematian akibat Covid-19 dalam 24 jam terakhir, membuat totalnya menjadi 178.769.
TRIBUNMANADO.CO.ID - India masih berjuang keras menekan laju penyebaran Covid-19.
Dapat dikatakan kali ini menjadi gelombang kedua perebakan Covid-19 di negara tersebut.
Mengutip warta VOA Indonesia, untuk kedua kalinya sejak pandemi Covid-19 dimulai, migran dari pedesaan di India memadati bus-bus dan kereta api untuk pulang ke kampung mereka.
Kota-kota besar seperti Delhi dan Mumbai memberlakukan kembali pembatasan guna mengendalikan kenaikan infeksi yang memecahkan rekor.
Hanya beberapa bulan yang lalu, jutaan pekerja migran berdatangan ke kota besar untuk bekerja di pabrik-pabrik, restoran-restoran, dan pasar-pasar yang mulai beroperasi kembali setelah terjadi lockdown di seluruh India yang diberlakukan pada Maret tahun lalu.
Tetapi sekali lagi mereka didera oleh PHK besar-besaran di tengah-tengah pembatasan di kota-kota besar ketika India diguncang oleh gelombang kedua pandemi virus corona.
Dalam beberapa hari terakhir, infeksi harian di India telah naik melampaui 200 ribu kasus, angka tertinggi di dunia dan dobel angka-angka pada puncak dari gelombang pertama pada September.
Hari Minggu, kementerian kesehatan melaporkan 261.394 kasus, sebuah catatan rekor, dan kota-kota seperti Delhi dan Mumbai, yang menampung jutaan pekerja migran dari pedesaan, terpukul paling keras.
Sepertinya pendulum berayun ke sisi lainnya sejak awal tahun, ketika itu kasus infeksi menurun dan memicu optimisme bahwa pandemi sudah berlalu di India, dan harapan muncul ekonomi, yang terpukul oleh lockdown yang panjang, mulai pulih kembali.
Kota-kota besar India mulai kembali normal ketika konsumen berdatangan ke pusat-pusat belanja dan restoran, dan orang-orang mulai menuju ke tempat-tempat berlibur dan bisnis bangkit kembali.
Kota-kota itu kini sunyi kembali. Delhi memberlakukan jam malam sampai akhir bulan, Mumbai menutup sebagian besar industri dan pasar, serta menghentikan semua kegiatan konstruksi.
Jumlah orang miskin di India, mereka yang berpenghasilan hanya 2 dolar atau kurang per hari atau kurang, ditaksir sudah naik 75 juta orang akibat resesi yang diakibatkan Covid-19 ini, demikian temuan dari PEW Research Center.
Angka itu mewakili 60 persen dari kenaikan kemiskinan global.
Para pejabat New Delhi mengumumkan lockdown selama satu pekan pada hari Senin (19/4), sementara lonjakan kasus Covid-19 membuat sistem kesehatan di ibu kota India itu kewalahan.
Menteri Utama Delhi Arvind Kejriwal mengatakan, “Sistem kesehatan kini tidak mampu menerima pasien dalam jumlah besar.”
Kejriwal mengatakan, lockdown diperlukan untuk mencegah situasi di mana orang-orang “sekarat di jalan-jalan.”
Menurut data dari Kementerian Kesehatan India hari Senin (19/4/2021), Delhi melaporkan 25.462 kasus dan 161 kematian dalam 24 jam terakhir.
Secara keseluruhan India melaporkan 273.810 kasus baru pada hari Senin, angka harian tertinggi sejak awal pandemi dan India kini telah mencatat lebih dari 15 juta kasus, terbanyak kedua setelah AS.
Kementerian Kesehatan juga melaporkan 1.619 kematian akibat Covid-19 dalam 24 jam terakhir, membuat totalnya menjadi 178.769.
India mencatat jumlah kematian tertinggi keempat setelah AS, Brazil dan Meksiko, meskipun dengan populasi hampir 1,4 miliar orang, India memiliki populasi jauh lebih besar daripada negara-negara tersebut.
Membubungnya jumlah kasus dan kematian terjadi hanya beberapa bulan setelah India mengira telah mengalami titik terburuk pandemi.
Tetapi para pakar menyatakan data ketika itu kemungkinan besar karena yang dilaporkan lebih rendah daripada angka sesungguhnya.
Sekitar satu dari tiga orang yang dites Covid-19 di New Delhi, ibu kota India, dinyatakan positif, menurut kepala menteri kota itu, Minggu (18/4).
Warga Delhi lewat media sosial mengeluhkan kurangnya tabung oksigen, tempat tidur rumah sakit serta obat-obatan.
"Kekhawatiran yang lebih besar adalah dalam 24 jam terakhir, tingkat positif telah naik menjadi sekitar 30 persen dari 24 persen," kata Arvind Kejriwal dalam konferensi pers.
"Kasus-kasus naik tajam. Tempat tidur terisi dengan cepat," katanya. Angka infeksi di India telah meningkat. Jumlah kasus baru mencapai rekor terbanyak pada Sabtu (17/4), yaitu 261.394.
Begitu pula tingkat rata-rata kasus baru dalam tujuh hari yang kini menjadi hampir 1.430.000, menurut Pusat Data Virus Corona Johns Hopkins.
Dengan sekitar 14,8 juta warga yang terinfeksi Covid-19, India adalah negara kedua dengan kasus terbanyak di dunia, setelah AS, dengan 31.6 juta kasus.
Menurut John Hopkins, India baru memvaksinasi lebih dari 1 persen populasinya.
Meskipun India dilanda gelombang Covid-19 yang parah ini, PM Inggris Boris Johnson akan tetap melangsungkan lawatan ke India.
Menteri Lingkungan Inggris George Eustice memberi konfirmasi itu.
“Untuk sesuatu seperti ini, saya berpendapat, ya ini tepat. Tetapi, yang pasti, langkah-langkah diambil guna memastikan lawatan ini aman dari serangan Covid-19.”
Ditambahkan oleh Menteri Lingkungan itu, lawatan ini penting karena alasan bisnis dan politik. (*)
Baca juga: Charles Geschke Tutup Usia, Dia Pendiri Adobe dan Pengembang PDF
Baca juga: Viola Davis, Andra Day, Vanessa Kirby, Frances McDormand, Carey Mulligan, Siapa Pantas Raih Oscar?
Baca juga: Gugatan Praperadilan Vonnie Anneke Panambunan Ditolak