Breaking News:

Charles Geschke Tutup Usia, Dia Pendiri Adobe dan Pengembang PDF

Adobe Inc menghasilkan beberapa penemuan perangkat lunak yang paling transformatif, termasuk PDF, Acrobat, Illustrator, Premiere Pro, dan Photoshop.

Editor: maximus conterius
twitter/adobe
Ungkapan duka dari Adobe Inc atas wafatnya sang pendiri, Charles Geschke. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Perusahaan perangkat lunak Adobe Inc berduka.

Charles "Chuck" Geschke, satu di antara pendiri perusahaan tersebut meninggal dalam usia 81 tahun.

Mengutip warta VOA Indonesia, Geschke jugalah yang membantu mengembangkan teknologi format dokumen portabel (PDF) yang banyak digunakan saat ini.

Kantor berita Associated Press, mengutip keterangan dari Adobe, melaporkan Geschke, yang tinggal di pinggiran San Francisco Bay Area di Los Altos, meninggal pada Jumat (16/4/2021).

“Ini adalah duka mendalam bagi seluruh komunitas Adobe dan industri teknologi. Dia telah menjadi pemandu dan pahlawan bagi komunitas selama beberapa dekade,” tulis CEO Adobe Shantanu Narayen dalam email kepada karyawan perusahaan.

“Sebagai salah satu pendiri Adobe, Chuck dan John Warnock mengembangkan perangkat lunak inovatif yang telah merevolusi cara orang berkarya dan berkomunikasi,” kata Narayen.

“Produk pertama mereka adalah Adobe PostScript, teknologi inovatif yang menyediakan cara baru yang radikal untuk mencetak teks dan gambar di atas kertas dan memicu revolusi penerbitan desktop,” terang dia.

“Chuck menanamkan dorongan untuk terus berinovasi di perusahaan hingga menghasilkan beberapa penemuan perangkat lunak yang paling transformatif, termasuk PDF, Acrobat, Illustrator, Premiere Pro, dan Photoshop yang sudah umum," imbuhnya.

Istrinya berkata Geschke juga bangga dengan keluarganya.

“Dia adalah seorang pengusaha terkenal, pendiri perusahaan besar di AS dan dunia,” ujar Nancy" Nan " Geschke kepada Mercury News, Sabtu (17/4).

“Tentu saja dia sangat, sangat bangga akan hal itu dan itu adalah pencapaian besar dalam hidupnya, tetapi itu bukan fokus - keluarganya (fokusnya),” imbuh perempuan 78 tahun tersebut.

“Dia (Geschke) selalu menyebut dirinya orang paling beruntung di dunia,” lanjut dia.

The Associated Press mengutip Mercury News mengatakan, setelah memperoleh gelar PhD dari Carnegie Mellon University, Geschke mulai bekerja di Xerox Palo Alto Research Center, di mana dia bertemu Warnock.

Kedua pria itu keluar dari Xerox pada 1982 dan mendirikan Adobe untuk bersama-sama mengembangkan perangkat lunak. (*)

Baca juga: Viola Davis, Andra Day, Vanessa Kirby, Frances McDormand, Carey Mulligan, Siapa Pantas Raih Oscar?

Baca juga: Ini 4 Jenis Makanan yang Harus Dibatasi Agar Terhindar dari Risiko Gagal Ginjal, Simak Cara Cegahnya

Baca juga: Masih Ingat Mukhtar, Eks Teroris Panglima Al Qaeda? Bom Kantor Unicef Aceh, Ini Kabarnya Sekarang

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved