Badai
Badai Super Typhoon Terjang Sulut, Gubernur Olly Dondokambey: 4 Pohon Cempaka Saya Roboh
Badai SuperTyphoon Surigae menerjang Sulut. Gubernur Sulut Olly Dondokambey meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan.
Penulis: Ryo_Noor | Editor: David_Kusuma
Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Badai SuperTyphoon Surigae menerjang Sulut.
Gubernur Sulut Olly Dondokambey meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan.
Angin kencang bisa berpotensi menjadi bencana, masyarakat diminta berhati-hati.
"Terkait bencana angin kencang, 4 pohon cempaka saya roboh," ujar Gubernur Olly
Pohon dimaksud Olly berada di kediamannya di Desa Kolongan, Minahasa Utara.kediamanya kerap disebut kompleks cempaka karena banyak pohon cempaka.
Baca juga: Cuaca Ekstrem, Pasokan Listrik Terhenti, PLN Bereaksi Cepat Upayakan Penormalan Secepatnya
Baca juga: BREAKING NEWS: Mayat Ditemukan di Desa Sawangan Minut
Baca juga: 8 Fakta Rimar Callista, Calon Juara Indonesian Idol Special Season, Tampil Malam Ini di Grand Final
Meski beberapa hari belakangan angin berhembus kencang, ia belum menerima informasi menyangkut korban.
"Tapi belum ada gangguan bencana di Sulut. Berdoa saja, supaya angin kencang cepat berlalu," kata dia.
Belakangan beredar video dampak angin kencang di wilayah kepulauan Sangihe dan Talaud.
Olly mengakui, daerah kepulauan lebih dekat dengan pusat badai sehingga ikut berdampak.
"Imbauan pemerintah waspada, Koordinasi terus dengan BMKG, jika ingin turun ke laut kordinasi dengan pemerintah," ungkapnya.
Baca juga: 6 Menteri Berpeluang Diganti, Pengamat Prediksi Syahrul Limpo, Budi Karya, Termasuk yang Lengser
Baca juga: Deretan Artis Blasteran yang Jalani Puasa Ramadhan, Salah Satunya Pevita Pearce
Baca juga: Daftar Makanan yang Dapat Melancarkan Pencernaan, Ikan Salmon hingga Pepaya
Stasiun Meteorologi Maritim Bitung merilis update prakiraan cuaca di Provinsi Sulawesi Utara,19 April 2021
Typhoon (TY) Surigae dengan intensitas sangat Kuat (Very Strong) meningkat menjadi Ganas (Violent) atau Super Typhoon (STY) dan terus bergerak ke arah Barat Barat Laut memasuki wilayah tengah dan selatan Filipina.
Kecepatan angin rata-rata di sebelah utara dan timur Kepualuan Sangihe dan Talaud bahkan mencapai 30 knot dan dominan bergerak ke Timur Laut ke pusat sirkulasi Typhoon.
Awan-awan konvektif yang mengandung hujan masih terbentuk di daerah pertemuan massa udara yaitu di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, Sulawesi bagian Utara, Serta Maluku Utara.
Baca juga: Cerita Sukirah, Ibu Soeharto Hidup Tersiksa bersama Suami Kertosudiro, Kabur hingga Ditolak Orangtua
Baca juga: Sosok Deva Mahendra, Pacar Mikha Tambayong yang Dikenal Aktor Multitalenta, Ini Prestasinya
Baca juga: Diskon 10 Persen dari TB Gramedia Bagi Member MyValue untuk Pembelian Buku: Segala-galanya Ambyar
Tinggi Gelombang kategori Tinggi (2,5 - 4,0 m) terjadi di sebelah utara dan timur Kepualuan Sangihe dan Talaud; Gelombang kategori Sedang (1,25 - 2,5 m) terjadi di Laut Sulawesi bagian Timur, Perairan Kepulauan Sitaro, Peraian Bitung-Likupang, Laut Maluku bagian Utara dan Teluk Tomini bagian Barat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/gubernur-sulut-olly-dondokambey01er.jpg)