News
Sekali Tebas Mashudi Tewas di Tangan Adiknya, Orang Tua Menjerit,'Saya Sakit Hati'
Sang kakak tewas dalam perjalanan ke rumah sakit usai terkena bacokan celurit yang diayunkan pelaku.
Ujung celurit yang ditebaskan J megenai dada sebelah kiri kakaknya, tepat menusuk di bagian jantung.
"Saya tebaskan sekali saja," ujar J.
J menyebut sewaktu ia dan kakaknya cekcok dan hendak membacok pakai celurit,
disaksikan langsung oleh kedua orang tuanya.
Sang ibu berteriak histeris sembari meminta tolong ke warga setempat
sewaktu melihat J ingin menebaskan celurit ke bagian tubuh kakaknya itu.
Namun, J terlanjur kalap, dan pembacokan yang dilakukan dia
terhadap kakak kandungnya tak bisa dibendung oleh siapa pun.
"Usai membacok kakak, saya langsung pergi ke rumah Tante saya yang tidak jauh
dari rumah sembari memegang celurit yang masih bersimbah darah," ungkap J.
"Saya pergi ke rumah Tante karena di rumah saya ramai, banyak warga melihat," tambahnya.
Kata J, celurit yang ia tebaskan ke bagian tubuh kakaknya itu, adalah miliknya sendiri.
Tiga bulan lalu celurit itu ia beli melalui online seharga Rp 130 ribu.
Saat itu, J berniat membeli celurit tersebut hanya sebatas untuk pajangan dinding di kamarnya saja.
"Saya sekarang menyesal karena membunuh kakak kandung saya sendiri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/ilustrasi-pembunuhan-12121212121212.jpg)