Ramadan 2021
Warga Muslim Dunia Sambut Ramadan 2021, Pandemi Covid-19 Tak Surutkan Semangat
Selama bertahun-tahun keluarga-keluarga Muslim membanjiri pasar Shorja di Baghdad, yang terkenal dengan manisan, bumbu masak dan teh.
Seorang konsumen, Abu Sayef, menceritakan bagaimana pandemi virus corona tidak saja membatasi warga untuk mengunjungi keluarga dan teman, tetapi juga membatasi mereka untuk menjalankan berbagai adat istiadat dan tradisi Irak.
Syeh Yilmaz Yusuf, seorang ulama di Masjid Sheikh Abdul Qadir Al Gilani di Baghdad mengatakan salat tarawih di masjid pun tidak akan dilangsungkan karena masih tingginya jumlah kasus baru Covid-19 setiap hari.
Di Yaman, negara Arab yang paling miskin di Timur Tengah karena terus berkecamuknya perang saudara, warga menyambut Ramadan dengan mewujudkan salah satu nilai penting dalam Islam, yaitu kebersihan.
Ratusan warga bahu-membahu membersihkan jalan dan pemukiman warga.
“Sebagaimana diketahui bulan Ramadan adalah saatnya berbuat baik dan bersih, jadi kami keluar untuk mempersiapkan diri dalam segala bidang untuk menyambut bulan suci ini," kata Abdul Wahab Al Hamidi, salah seorang warga yang akhir pekan lalu ikut membersihkan jalan-jalan di Ibu Kota Sana'a.
"Pertama, kami memutuskan untuk memperkuat nilai-nilai kebersihan dalam diri kami, baik jalan, lingkungan pemukiman dan rumah kami, juga untuk membantu badan-badan pemerintah, di tengah agresi dan kurangnya produk turunan minyak bumi. Negara tidak dapat selalu turun tangan dalam melakukan pekerjaan ini," paparnya.
Warga mengakui dibanding tahun lalu, pasar-pasar tradisional di negara itu tahun ini jauh lebih sepi.
Suasana yang jauh lebih hidup tampak di Kairo, Mesir.
Beberapa hari menjelang bulan suci Ramadan, banyak keluarga pergi ke berbagai pasar lokal untuk belanja sembako.
“Atmosfer Ramadan tahun ini jauh lebih baik dibanding tahun lalu. Ketika itu, saat dimulainya pandemi virus corona, ada pemberlakuan jam malam. Atmosfernya jadi tidak baik. Tahun ini orang-orang lebih hati-hati, juga sudah ada vaksin. Terima kasih Tuhan.”
Tidak sedikit yang membelikan anak-anak mereka lentera kecil berwarna-warni yang dijual di pasar-pasar tradisional dengan harga murah.
“Kami datang untuk melihat-lihat lentera dan memberi beberapa, sebagaimana yang kami lakukan setiap tahun. Tahun lalu kami agak khawatir, tapi tahun ini kami memutuskan untuk menikmati suasana dan merayakan kedatangan Ramadan. Semoga semua akan baik-baik saja, tidak ada hal buruk yang terjadi dan gelombang ketiga Covid-19 ini akan berlalu sebagaimana gelombang-gelombang perebakan sebelumnya.”
Tahun lalu, ketika pemerintah menerapkan berbagai kebijakan untuk mencegah perebakan virus mematikan itu, warga Muslim tidak dapat melakukan ibadah sebagaimana mestinya.
Masjid-masjid ditutup, sementara acara berbuka puasa bersama dan salat Tarawih dilarang. Tahun ini pasar-pasar di Mesir lebih rileks sehingga banyak warga membeli sembako dan kurma. (*)
Baca juga: Nomadland Film Terbaik Penghargaan Film Inggris BAFTA
Baca juga: KEBAKARAN di Pasar Minggu, Robot Luf 60 Dikerahkan untuk Memadamkan Api
Baca juga: Ini 7 Manfaat Membiarkan Bulu Ketiak Tumbuh, Membuat Tubuh Tetap Hangat Hingga Cegah Iritasi Kulit