Ramadan 2021
Warga Muslim Dunia Sambut Ramadan 2021, Pandemi Covid-19 Tak Surutkan Semangat
Selama bertahun-tahun keluarga-keluarga Muslim membanjiri pasar Shorja di Baghdad, yang terkenal dengan manisan, bumbu masak dan teh.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Warga Muslim dunia menyambut datangnya bulan suci Ramadan, Senin (12/4/2021).
Meski di tengah pandemi Covid-19 dengan berbagai pembatasan sosialnya, warga Muslim tetap bersemangat memasuki bulan rahmat ini.
Berikut sejumlah reaksi umat Muslim yang dirangkum VOA Indonesia.
“Kami tidak dapat membeli apapun. Kami tanya berapa harga sawi, timun dan tomat. Kami biasanya membeli masing-masing lima kilogram, tetapi kini kami hanya mampu membeli masing-masing satu kilogram saja karena tidak mampu. Bagaimana kami dapat melewati bulan Ramadan ini? Kami tidak tahu.”
Samiyeh Al Turk, satu dari sekitar enam juta warga Lebanon yang dililit krisis ekonomi, tidak lagi mampu membeli makanan pokok karena melonjaknya harga sembako.
Banyak warga tidak lagi mampu membeli daging atau bahkan sekadar manisan tradisional yang biasanya dimakan saat berbuka, karena harganya sudah tak terjangkau lagi.
Bulan Ramadan tahun ini hadir ketika Lebanon sedang diselimuti krisis ekonomi terburuk dalam sejarah modern negara itu, yang juga diperparah dengan berbagai pembatasan sosial terkait pandemi.
Keputusan pemerintah untuk memberlakukan jam malam saat Ramadan guna mencegah perebakan luas Covid-19 telah menimbulkan kemarahan para pemilik restoran yang berharap mendapat sedikit keuntungan dari warga yang berbuka puasa di restoran mereka.
Di tengah memburuknya krisis ekonomi ini, beberapa badan amal berupaya membantu dengan menyiapkan kotak-kotak makanan berisi sembako untuk dibagikan pada keluarga-keluarga miskin.
Sanaa Al Arab, salah seorang sukarelawan di Li Beirut, mengatakan, “Kami mengawali pembentukan badan amal ini dari inisiatif perorangan, ada sejumlah orang berkecukupan yang membantu dan kemudian datang sejumlah sukarelawan.”
“Kami siap membantu siapa pun hingga sampai di titik ketika tidak ada lagi orang yang membutuhkan sepotong roti, terutama saat bulan Ramadan ini.”
Suasana muram yang sama juga tampak di Irak.
Selama bertahun-tahun keluarga-keluarga Muslim membanjiri pasar Shorja di Baghdad, yang terkenal dengan manisan, bumbu masak dan teh.
Warga juga membeli bahan-bahan kebutuhan pokok dan dekorasi rumah untuk memeriahkan datangnya bulan suci Ramadan.
Salah seorang pedagang di pasar itu, Mouhammad Ali, mengatakan, “Orang-orang yang biasanya memadati pasar, kini hanya 50 persen yang datang karena mereka takut dengan pembatasan sosial di pasar.”