Penangkapan Teroris
Terduga Teroris Maliq: ''Saya Tahu Rencana Pembuatan Bom yang Direncanakan oleh Habib Husein Hasni''
Terduga teroris A alias Maliq mengaku: "Saya Diajarkan Tata Cara Membuat Bom oleh Zulaimi Agus di Rumah Habib Husein". Simpatisan FPI dari 2019.
Saya pernah diajarkan tata cara membuat bom oleh Zulaimi Agus di rumah Habib Husein, tapi hingga saat ini saya belum bisa membuat bom," ungkap dia.
Selain terlibat mengumpulkan dana dan membeli bahan baku pembuatan bom, Maliq juga mengaku mengetahui perencanaan pembelian air keras yang bakal digunakan saat aksi demonstrasi.
”Saya mengetahui Habib Husein dan tim sudah membeli air keras yang akan digunakan pada saat ada demonstrasi," terangnya.
Di sisi lain, Maliq pun mengakui dirinya sebagai simpatisan FPI dan Habib Rizieq Shihab sejak awal tahun 2021.
"Saya atas nama Andriawan alias Maliq, saya sebagai simpatisan FPI atau HRS.
Saya tergabung dalam grup Yasin Walatif sejak penembakan 6 laskar FPI dan penangkapan HRS FPI pada bulan Januari 2021," ujarnya.
”Saya ikut ke rumah Haji Popon mengisi ilmu kebal agar tidak sakit untuk persiapan demonstrasi.
(Foto: Ilustrasi bom/.(Shutterstock.com)
Demikian pernyataan yang saya buat dalam keadaan sadar dan tidak ada paksaan darimanapun," tukas dia.
Selain Maliq, terduga teroris Nabil Aljufri juga ikut memberikan pengakuannya.
Dalam rekaman video yang juga beredar di kalangan awak media, Nabil mengungkapkan dirinya pertama kali terlibat dalam pembuatan bom aseton peroksida (TATP).
Awalnya, Nabil mengaku sebagai simpatisan FPI sejak 2019 lalu.
Ia kemudian bergabung dengan jamaah pengajian Yasin Walatif.
Jamaah tersebut mayoritasnya merupakan simpatisan FPI dan Habib Rizieq Shihab.