Penangkapan Teroris
Terduga Teroris Maliq: ''Saya Tahu Rencana Pembuatan Bom yang Direncanakan oleh Habib Husein Hasni''
Terduga teroris A alias Maliq mengaku: "Saya Diajarkan Tata Cara Membuat Bom oleh Zulaimi Agus di Rumah Habib Husein". Simpatisan FPI dari 2019.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Pengakuan terduga teroris Andriawan alias Maliq setelah diamankan Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri.
Selain Maliq, para terduga teroris yang diciduk Densus 88 juga mengamankan beberapa terduga teroris.
Akhirnya, satu per satu buka suara terkait keterlibatan mereka dalam aksi terorisme yang terjadi belakangan.
Setelah Husein Hasny, Ahmad Junaedi, Bambang Setiono, Wiloso Jati, dan Zulaimi Agus, kini giliran terduga teroris Andriawan alias Maliq yang memberikan pengakuannya.
(Foto: Ilustrasi - Terduga teroris SH atau J (49) warga Desa Cetan, Klaten. (Foto: Merdeka.com)
Dalam rekaman video yang tersebar di kalangan awak media, Senin (5/4) kemarin, Maliq mengaku dirinya sempat bertugas sebagai bendahara untuk mengumpulkan dana melalui infaq.
”Saya dijadikan bendahara untuk mengumpulkan infaq dan sodaqoh dari majelis Yasin Walatif," kata Maliq.
Maliq menyampaikan uang infaq tersebut kemudian digunakan untuk membeli bahan baku bom aseton peroksida (TATP).
Maliq menuturkan dirinya membeli bahan baku pembuatan bom atas perintah Habib Husein Hasni dan Zulaimi Agus.
”Uang infaq tersebut saya gunakan untuk membeli aseton atas perintah Habib Husein dan Zulaimi Agus.
Saya diperintahkan untuk membeli 15 liter aseton atau 3 dirigen untuk bahan pembuatan bom,” kata Maliq.
Tak hanya itu, Maliq juga menyatakan pernah diminta membeli remot yang dapat memicu peledak bom.
Selain itu, Maliq juga pernah diajarkan cara membuat bom.
”Saya disuruh Zulaimi Agus membeli remot sebagai pemicu bahan peledak.