Breaking News:

Nasional

Terkait Vaksin Covid 19, 3 Menteri ke China, Retno Marsudi, Muhammad Lutfi dan Erick Thohir

Selain kerja sama vaksin covid 19, tiga menter tersebut juga ke China untuk peningkatan perdagangan dan investasi serta kekonsuleran kedua negara.

dok. kbri
Tiga menteri Pemerintahan Jokowi-Maruf Amin terbang ke China untuk membahas berbagai isu kerja sama vaksin, peningkatan perdagangan dan investasi serta kekonsuleran 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pemerintah Indonesia terus melakukan usaha untuk mendatangkan vaksin covid 19 di Indonesia. 

Yang terbaru ada tiga menteri yang berangkat ke China salah satunya untuk membicarakan mengenai kerja sama pengadaan vaksin covid 19. 

Selain kerja sama vaksin covid 19, tiga menter tersebut juga ke China untuk peningkatan perdagangan dan investasi serta kekonsuleran kedua negara.

Baca juga: KLASEMEN Liga Inggris Setelah Manchester United Menang, Berikut Hasil Pertandingan Lainnya

Baca juga: Fakta-fakta Banjir Bandang di NTT, Ada 5 Jembatan Putus

Tiga menteri Pemerintahan Jokowi-Maruf Amin terbang ke China untuk membahas berbagai isu kerja sama vaksin, peningkatan perdagangan dan investasi serta kekonsuleran

Dan tiga menteri Pemerintahan Jokowi-Maruf Amin tersebut adalah Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, dan Menteri BUMN Erick Thohir.

Dubes RI di Beijing Djauhari Oratmangun mengatakan, seluruh kesepakatan dan komitmen yang dicapai oleh para Menteri dengan para mitra di Tiongkok akan segera ditindaklanjuti.

“Sebagai mitra dagang dan investor utama bagi Indonesia, realisasi peningkatan kerja sama dengan Tiongkok akan berkontribusi penting dalam pemulihan ekonomi di Indonesia,” jelas Dubes Djauhari dalam keterangannya, Minggu (4/4/2021).

Selama di Tiongkok, tiga Menteri Presiden Jokowi melakukan pertemuan bersama dengan State Councilor/Menteri Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi, dan Pimpinan Provinsi Fujian.

Mereka juga melakukan pertemuan terpisah dengan masing-masing pimpinan Kementerian atau Lembaga di Tiongkok, yang merupakan mitra kerja masing-masing Menteri.

Mereka juga bertemu dengan berbagai perusahaan Tiongkok yang sudah memiliki kerja sama dengan Indonesia, yang kemudian berminat mengembangkan bisnisnya di tanah air.

Salah satu isu utama yang diangkat dalam kunjungan para Menteri RI ke Tiongkok adalah kerja sama pengadaan vaksin COVID-19 maupun potensi pengembangan kerja sama antara perusahaan vaksin Tiongkok dengan perusahaan lokal di Indonesia.

Tidak hanya untuk membantu Indonesia dalam penyediaan vaksin mandiri,

namun juga mendukung Indonesia menjadi regional hub untuk produksi vaksin di kawasan.

Mengingat urgensi penyediaan vaksin di Indonesia, Menlu Retno menekankan pentingnya perusahaan-perusahaan vaksin Tiongkok yang telah menandatangani komitmen dengan Indonesia untuk segera memenuhi jadwal penyediaan vaksin yang telah disepakati bersama.

Menlu Retno juga menggunakan kesempatan kunjungan tersebut untuk menyampaikan apresiasi atas bantuan Pemerintah RRT selama ini dalam isu pemulangan ABK Indonesia.

Diharapkan Pemerintah RRT dapat selalu memfasilitasi penyelesaian isu ABK Indonesia dan mengusulkan pembentukan kerja sama bilateral yang khusus mengatur penempatan seluruh ABK Indonesia.

Selain itu, Menlu RI mengharapkan dukungan Pemerintah RRT untuk dapat memfasilitasi kembalinya para pelajar Indonesia ke tempat studi masing-masing di Tiongkok mengingat perkuliahan dan sekolah di Tiongkok telah kembali normal sejak akhir 2020.

Tiongkok sebagai investor asing kedua terbesar di Indonesia memiliki sejumlah potensi perluasan kerja sama bisnis dengan Indonesia.

Dalam hal ini, Menteri BUMN RI juga telah mengoptimalkan kunjungan ke Tiongkok untuk bertemu dengan perusahaan industri baterai listrik CBL maupun perusahaan pembangun kilang smelter grade alumina (SGA) Chalieco yang telah memiliki investasi di Indonesia dan berminat untuk memperluas investasinya.

CBL, yang merupakan platform perusahaan CATL (Contemporary Amperex Technology Co. Ltd.) di Indonesia merencanakan investasi untuk mengembangkan rantai industri baterai di Indonesia.

Rencana tersebut diawali dari pengolahan bahan baku nikel, pembangunan charging station, sampai dengan manufaktur kendaraan listrik.

Sebagai salah satu agenda pokok kunjungan di Tiongkok, Menteri BUMN juga telah bertemu dengan Vice Chairman State-Owned Assets Supervision and Administration Commission (SASAC) RRT untuk membahas kerja sama antara BUMN Indonesia dan Tiongkok.

Kerja sama tersebut antara lain pembentukan platform kerja sama konkrit dan saling menguntungkan bagi BUMN kedua negara, untuk lebih mengembangkan potensi BUMN sebagai bagian dari reformasi dan transformasi BUMN.

SASAC juga akan memfasilitasi BUMN Indonesia untuk mencarikan mitra lokal di Tiongkok yang berminat untuk berinvestasi di Indonesia.

Sementara itu, terkait perdagangan, dari hasil pertemuan antara Menteri Perdagangan RI dengan berbagai perusahaan Tiongkok yang bergerak di produk pertanian dan furnitur,

telah dihasilkan komitmen impor dari Indonesia sebesar USD 1,38 miliar atau Rp 20,04 triliun.

Realisasi komitmen tersebut diharapkan dapat berkontribusi signifikan untuk lebih memperbaiki neraca dagang Indonesia dan Tiongkok.

Mendag RI dan Menteri BUMN RI juga telah menerima rencana investasi Shandong Timber and Wood Association sebesar USD 1,35 miliar atau Rp 19,6 triliun di kawasan industri di Indonesia. (*)

Berita Nasional Lainnya

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Tiga Menteri Terbang ke China, Ini Rincian Kerja Sama yang Akan Dibahas

Editor: Handhika Dawangi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved