Gejolak di Partai Demokrat
Soal Kisruh Demokrat, Begini Tanggapan Pengamat Politik Ferry Liando
Pengamat Politik Ferry Liando menyebut Demokrat harus berbangga karena pemerintah tidak mengintervensi dinamika yang sedang terjadi
Penulis: Hesly Marentek | Editor: David_Kusuma
Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Kisruh Partai Demokrat masih berlanjut.
Baik Demokrat kubu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)
atau versi Kongres Luar Biasa (KLB) Pimpinan Moeldoko sempat ditawari menempuh jalur Islah.
Namun belakangan rencana islah dari kubu AHY dikabarkan ditutup.
Baca juga: Pemdes Salongo Bolsel Gelar Bimtek Kelompok Kerja Pemutahiran Data IDM Berbasis SDGs
Baca juga: Stimulus PPn DTP Sektor Properti Dorong Penjualan Rumah Komersil, REI Sulut Prediksi Naik 50 Persen
Baca juga: 17 Calon Sangadi di Bolsel yang Tak Lolos Verifikasi Minta Keadilan
Terkait hal ini Pengamat Politik Ferry Liando menyebut
Demokrat harus berbangga karena pemerintah tidak mengintervensi dinamika yang sedang terjadi.
Sebab jika pemerintah mengintervensi maka suasananya bisa jadi lain.
Baca juga: Masa Jabatan Caroll Senduk-Wenny Lumentut Hanya Singkat, Pengamat: Penempatan Pejabat Harus Jeli
Baca juga: BKPSDM Mitra: Terkait Eselon IV Tunggu Hasil Rakor Bersama Provinsi
Baca juga: Ditargetkan Rampung Mei, Vaksinasi Covid-19 Guru di Sulut Masih Kabur
"Kita belajar pada kasus Golkar antara Abu Rizal Bakri dengan Agung Laksono, kasus PPP anatra Rommy dan Jean Fariz, kasus PKB antara Muhaimin Iskandar dengan Gus Dur.
Saat itu pemerintah dan koalisi menghendaki parpol itu utk bergabung agar mendapatakn nutrisi kekuatan politik di DPR," kata Ferry Liando.
Namun demikan, lanjut Liando, pemeritah tidak mengintervensi konflik di Demokrat disebabkan oleh dua kemungkinan.
Baca juga: Lewati Medan yang Sulit, Tim PSC 119 Bolmut Berikan Pelayanan Medis Gratis Bagi Warga Desa Goyo
Baca juga: BREAKING NEWS: Selebrasi Paskah Pemuda Sinode GMIM Dimulai, Ikuti Via Streaming
Baca juga: Peringatan Dini Besok Selasa 6 April 2021, BMKG: Ini 25 Wilayah yang Berpotensi Cuaca Ekstrem
"Pertama, memang tidak ada dasar bagi pihak-pihak lain mengambil alih partsi Demokrat seperti ketiadaan mandat pengurus daerah untuk kepesertaan atau tidak sesuai dengan ad/Art parpol.
Kedua, bisa jadi partai Demokrat bukanlah ancaman bagi pemerintah dan koalisinya," tukas Ferry Liando.
Ditambahkannya saat ini pemerintah dan koalisi pendukung pemerintah telah mengumpulkan 85 kursi di DPR.
Baca juga: Kecelakaan Maut, Seorang Pengendara Tewas, Truk Batu Bara Tabrak Bus dan 3 Motor di Lampu Merah
Baca juga: Pemerintah Kota Bitung ‘Malendong’ Bersihkan Sampah di Sepanjang Jalan Protokol
Baca juga: 17 Calon Sangadi di Bolsel yang Tak Lolos Verifikasi Minta Keadilan
Untuk Liando menilai tidak ada kekuatan lain yang mampu mengimbangi mereka.
Sehingga apakah Demokrat konflik atau tidak, tidak ada pengaruhnya bagi pemerintah.