Breaking News:

Golkar Sulut Goyang

Senior Golkar Sulut Bilang CEP Kurang Pengalaman Berorganisasi, Kalah di Pilkada 2021 tak Minta Maaf

Pasca kekalahan di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sulawesi Utara (Sulut), posisi Ketua DPD Partai Golkar Sulut, Christiany Eugenia Paruntu (CEP)

Tribun manado / Ryo Noor
Kantor Partai Golkar Sulut 

MANADO, TRIBUNMANADO.CO.ID - Pasca kekalahan di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sulawesi Utara (Sulut), posisi Ketua DPD Partai Golkar Sulut, Christiany Eugenia Paruntu (CEP) terus mendapat tekanan secara internal. Kekalahan CEP saat berpasangan dengan Sehan Salim Landjar (SSL) dianggap karena tidak mampu melakukan komunikasi dengan para senior dan kalah strategi.

Berkumpulnya para senior Golkar Sulut seperti Stefanus Vreeke Runtu (SVR) yang merupakan mantan Ketua DPD Partai Golkar Sulut dan beberapa pentolan partai berlambang pohon Beringin lainnya memberi sinyal ada kekuatan yang berusaha menggoyang mantan Bupati Minsel 2 periode ini.

Partai Golkar Sulutdikomando Ketua DPD I Christiany Eugenia Paruntu (CEP)  alias Tetty menyalurkan bantuan bagi korban bencana.
Partai Golkar Sulutdikomando Ketua DPD I Christiany Eugenia Paruntu (CEP) alias Tetty menyalurkan bantuan bagi korban bencana. (Istimewa)

Lemahnya kepemimpinan CEP dalam memimpin Partai Golkar Sulut sebenarnya sudah terasa sejak Jimmy Rimba Rogi, ikon Partai Golkar di Kota Manado dan sekitarnya memilih mendukung pasangan bukan usungan Partai Golkar di Pilkada Sulut dan Pilkada Manado.

Hal ini diperkuat dengan pernyataan Drs Vanny Kaparang, MAP senior Golkar Sulut lainnya yang merasa Tetty sapaan akrab CEP merupakan kader Golkar sejati. Namun, dia merasa masih kurang pengalaman dalam memimpin organisasi.

''Saya merupakan satu dari sekian banyak senior Golkar yang tetap mendukung Pasangan CEP-SSL di Pilkada Sulut lalu. Sayangnya sejak kampanye, pertemuan-pertemuan kami para senior tidak pernah dilibatkan. Malahan pandangan sinis seolah-olah diarahkan ke kami. Mungkin pengurus Golkar saat ini merasa kami sudah tua dan tidak mempunyai kekuatan lagi, '' ujar Vanny Kaparang di sela-sela menghadiri pertemuan para senior Golkar belum lama ini.

Baginya, Tetty harusnya meminta maaf kepada kader dan simpatisan Partai Golkar begitu kalah di Pilkada. ''Konsolidasi dan rangkul seluruh elemen Partai Golkar, termasuk kami yang sudah tua-tua tidak ada salahnya diajak diskusi, '' ujar Vanny meyakinkan.

Baca juga: Boy William Bahas Panggilan Rizky Febian untuk Teddy, Anak Sule: Gue Masih Ada Daddy Sule, Tolong Ya

Baca juga: Di Kepulauan Talaud Harga Cabai Pedas Tembus Rp140.000

Seperti diketahui pada Pilkada serentak 2020 lalu, Partai Golkar Sulut lebih banyak mengandalkan kader muda sebagai tim sukses dan perancang strategi lainnya. Imbasnya banyak senior partai yang memilih diam, mendukung pasangan lain. ''Saya melihat CEP kurang pengalaman dan kurang berorganisasi, '' ujarnya.

Editor: Aswin_Lumintang
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved