Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Paskah 2021

Yesus Disalib, Jalani Hukuman Paling Kejam dan Memalukan Demi Manusia, Ini Sejarah Penyaliban

Alkitab mencatat orang disalib adalah pemberontak, perampok dan kejahatan berat lainnya yang dihukum paling kejam dan hina.

Editor: Aldi Ponge
Tribun Jatim/ The Guardian Nigeria
Ilustrasi Hari Paskah dan Jumat Agung 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Alkitab mencatat Yesus disalibkan, mati dan bangkit pada hari ketiga.

Peringatan penyaliban dan kematian Yesus dirayakan umat Kristen sebagai Jumat Agung.

Sedangkan perayaan kebangkitan Yesus adalah Paskah.

Tahun ini, Jumat Agung dirayakan pada Jumat 02 April 2021 dan Paskah dirayakan Minggu 04 April 2021

Sebelumnya, umat Nasrani pun merayakan Jumat Agung, saat dimana Yesus mati disalibkan.

Penyaliban adalah sebuah hukuman mati yang dianggap paling kejam dan memalukan di masanya.

Alkitab mencatat orang disalib adalah pemberontak, perampok dan kejahatan berat lainnya yang dihukum paling kejam dan hina.

Yesus memilih hukuman itu demi umat manusia.

Penyaliban sendiri adalah metode eksekusi di mana seseorang digantung dengan lengannya dari salib atau struktur serupa hingga mati.

Namun, jika merunut sejarahnya, sebenarnya kapan metode eksekusi ini mulai dianut oleh masyarakat?

Merunut Sejarah Penyaliban

Dalam sebuah artikel ilmiah yang dipublikasikan di South African Medical Journal (SAMJ) pada Desember 2003, para penulis menyebut bahwa kemungkinan eksekusi ini berasal dari Asiria dan Babilonia.

Meski begitu, penyaliban pertama kali digunakan secara sistematis oleh bangsa Persia pada abad ke-6 sebelum masehi (SM).

Saat itu, korban penyaliban diikat ke pohon atau tiang dengan kaki jauh dari tanah.

Seiring berjalannya waktu, bentuk tiang palang (salib) digunakan untuk melaksanakan hukuman ini.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved