Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Sosok Tokoh

Kisah AKBP Usman, Kabur dari Rumah 27 Tahun Lalu, Jadi Guru Ngaji hingga Buat Keluarga Tak Percaya

Perwira polisi yang akrab disapa Haji Usman itu ternyata punya pengalaman tak biasa soal karirnya sebagai penegak hukum.

(TribunPalu.com)
AKBP Usman atau Haji Usman dikenal sebagai Direktur Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (Tahti) Polda Sulawesi Tengah (Sulteng). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Nasib tak ada seorang pun yang tahu.

Seorang yang dulunya kabur meninggalkan rumah kini kembali dengan suatu kebanggan.

AKBP Usman atau yang biasa disapa Haji Usman membagikan cerita hidupnya yang menginspirasi.

Mertua S Terduga Teroris Kaget Menantu Ditangkap Densus 88, Riyati : Selama Ini Hanya Jualan

Perjalanan karir di masa mudanya itu pun sukses menarik perhatian orang saat diceritakannya.

AKBP Usman kini dikenal sebagai Direktur Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (Tahti) Polda Sulawesi Tengah (Sulteng).

Perwira polisi yang akrab disapa Haji Usman itu ternyata punya pengalaman tak biasa soal karirnya sebagai penegak hukum.

Ternyata, semua berawal saat Haji Usman memutuskan kabur dari rumah karena tak mau dinikahkan dengan seorang gadis yang tak dikenalnya.

AKBP Usman atau <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/haji-usman' title='Haji Usman'>Haji Usman</a> dikenal sebagai Direktur Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (Tahti) <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/polda-sulawesi-tengah' title='Polda Sulawesi Tengah'>Polda Sulawesi Tengah</a> (Sulteng).

H Usman berkisah, karirnya di kepolisian berawal dari ketidaksengajaan yakni saat dia memutuskan pergi dari rumah karena menolak dinikahkan oleh orangtuanya.

Kala itu di tahun 1983, saat usia Haji Usman masih 21 tahun.

Di usia muda, ia meninggalkan rumah orangtuanya di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.

Ada sebab penting yang membuatnya kala itu memilih pergi dari rumah meski tak tahu harus kemana.

Hal itu karena Haji Usman menolak dinikahkan oleh wanita yang tak pernah ia lihat sebelumnya.

Dia pun kabur ke Kota Makassar dan menginap di Masjid Raya.

Berbilang hari, pria dengan sembilan bersaudara itu menjadi guru mengaji di masjid tersebut.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved