Sosok Tokoh
Kisah AKBP Usman, Kabur dari Rumah 27 Tahun Lalu, Jadi Guru Ngaji hingga Buat Keluarga Tak Percaya
Perwira polisi yang akrab disapa Haji Usman itu ternyata punya pengalaman tak biasa soal karirnya sebagai penegak hukum.
Ilmu agama dia dapatkan sewaktu mengenyam pendidikan di Pondok Modern Darussalam Gontor.
"Setamat sekolah di pesantren, orangtua mau menikahkan saya dengan keluarga yang tidak pernah saya lihat," cerita Haji Usman kepada TribunPalu.com pada Kamis (1/4/2021) sore.
Padahal, saat itu jenjang pernikahan sudah memasuki acara Mappacci.
• Wenny Lumentut: Tak Peduli Warna Merah Atau Kuning, Penempatan Pejabat Sesuai Kompetensi
Mappaci adalah upacara adat di Sulawesi Selatan.
Upacara Mappacci atau Mappaccing berasal dari kata Paccing yang berarti bersih.
Tujuan upacara ini untuk membersihkan diri dari semua hal yang dapat menghambat pernikahan.
Pernikahan pun tak terjadi, sementara Haji Usman di rantau menjadi guru mengaji.
Salah satu murid yang mengaji kepada Haji Usman adalah anak seorang polisi.
"Ada satu santri yang saya ajar mengaji, anak polisi. Anaknya cepat menamatkan Al-Quran," cerita Haji Usman.
"Orangtua anak itu mengabarkan saya tentang pendaftaran polisi. Saya pun langsung mendaftar," jelas dia.
Belakangan setelah mendaftar, Haji Usman lolos seleksi golongan pangkat Bintara dan langsung ditugaskan di Sulawesi Utara.
Masuknya Haji Usman sebagai anggota Polri tak ia kabarkan kepada anggota keluarga di Bone.
"Saya tidak berani kabari saudara di Bone. Saya putuskan tidak pulang sampai menjadi orang," tutur Haji Usman sambil tersenyum.
Setelah melanglang buana di berbagai daerah hingga keluar negeri sebagai anggota Polri, Haji Usman menemui keluarganya.
Alumni Magister Manejemen Universitas Indonesia mendatangi keluarganya di Bone tahun 2010.