Gejolak Partai Demokrat

Pengamat Politik: Demokrat Kubu AHY Memperburuk Popularitas Kader yang Ikut KLB

"Karena kepengurusan PD di Sulut baik tingkat provinsi dan Kabupaten Kota tetap solid dan loyal pada komando kepengurusan AHY."

Penulis: Hesly Marentek | Editor: Rizali Posumah
isitmewa
Pengamat Politik Josef Kairupan 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Kementriam Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkunham) akhirnya menolak Partai Demokrat hasil Kongres Luar Biasa (KLB).

Itu juga sekaligus memastikan kepastian Demokrat kubu AHY yang diakui pemerintah.

Lantas bagaimana nasib Demokrat di Sulawesi Utara (Sulut) dengan adanya keputusan tersebut, apalagi sebagaimana diketahui ada beberapa Ketua DPC yang hadir dalam KLB Demokrat di Deli Serdang.

Pengamat Politik Josef Kairupan menilai untuk sulut sendiri, sekalipun ada beberapa kader Partai Demokrat yang ikut KLB, walaupun tidak jelas kredensi kehadirannya di KLB tersebut, dianggap tidak akan mempengaruhi soliditas partai.

"Karena kepengurusan PD di Sulut baik tingkat provinsi dan Kabupaten Kota tetap solid dan loyal pada komando kepengurusan AHY."

"Sehingga dengan tidak diakuinya kepengurusan hasil KLB, justru akan memperburuk popularitas person to person kader demokrat yang mengikuti KLB," katanya.

Lebih lanjut, menurut Kairupan, dari awal kekisruhan yang terjadi di Partai Demokrat, salah satunya dimulai dari penolakan AD/ART yang dianggap oleh kubu KLB tidak Demokratis.

Sehingga terjadi resistensi yg akhirnya berujung perbedaan pandangan dan terjadi pemecatan kader, sekalipun AD/ART hasil Kongres V tahun 2020 lalu telah disahkan oleh kemenkumham, tetapi masih dianggap tidak sesuai dgn UU Parpol UU No.2 Tahun 2008 tentang Parpol juncto UU No.2 Tahun 2011, dan  Permenkumham No.34 Tahun 2017 tentang Tata Cara Pendaftaran Pendirian Badan Hukum, Perubahan AD dan ART Partai Politik, serta Perubahan Kepengurusan Partai Politik, yang seharusnya penolakan tersebut di bawa pada ranah pengadilan. 

"Hal ini tentunya memberikan kebanggaan tersendiri bagi kubu AHY yang memang dari pertama sudah digadang gadang sebagai kubu sah kepengurusan Partai Demokrat," kata Kairupan.

Selain itu , keputusan ini juga akhirnya membuat Partai Demokrat tidak kehilangan tokoh elektoralnya yaitu SBY.

Karena memang harus diakui  bahwa SBY merupakan tokoh yang mampu menarik suara setidaknya sudah teruji dalam beberapa pemilu.

"Hal ini akan berimbas sebagai bagian kekuasaan pemerintah yang bisa memperkuat program pemerintah untuk kampanye mencari simpati dan dukungan rakyat."

"Karena pemerintah tetap berdasarkan pada keputusan kepengurusan yang sah," terang Kairupan.

Adapun menurut Akademisi Unsrat ini, justru yang akan terangkat popularitasnya saat ini adalah kubu AHY.

"Karena kubu AHY mampu bertahan di tengah terpaan badai, dan eksistensinya telah teruji," tandas Kairupan. (hem)

NAMA Ahok Disebut Dalam Surat Wasiat ZA Terduga Teroris yang Serang Mabes Polri

Apa Arti April Mop? Hari Orang Membuat Lelucon, Ini Sejarahnya yang Hebohkan Era Modern Tahun 1957

Rine Araro di Mata Sesama Jurnalis: Dia Orang Baik, Supel dan Berintegritas

Berita tentang Gejolak Partai Demokrat lainnya.

Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved