Berita Internasional
Punya Jenggot sejak Usia 15 Tahun, Gadis Ini Tak Berhenti Mencari Pasangan yang Mencintai Jenggotnya
Klyde Warren menyatakan, dia tidak akan membiarkan komentar menghina orang lain, yang menyebutnya "menjijikkan" menghalanginya mencintai diri sendiri.
Hormon androgen atau testosteron disebut juga sebagai hormon pria, sebab normalnya jumlah hormon ini lebih banyak pada pria dan hanya terdapat dalam jumlah sedikit di tubuh wanita.
Pada beberapa kondisi, wanita mungkin memiliki lebih banyak jumlah hormon androgen di dalam tubuhnya.
Beberapa faktor yang bisa memicu kondisi ini di antaranya:
PCOS
Salah satu penyebab tejadinya ketidakseimbangan hormon dalam tubuh wanita adalah Polycystic ovary syndrome alias sindrom ovarium polikistik (PCOS).
Gangguan hormon ini memiliki beberapa gejala, salah satunya tumbuh bulu di bagian tubuh tertentu.
• Warga Manado yang Dirawat di RS Karena Disuntik AstraZeneca, Ternyata Alami Kecemasan Berlebih
Sindrom Cushing
Tumbuh kumis dan jenggot pada wanita juga bisa disebabkan oleh sindrom cushing.
Kondisi ini terjadi ketika tubuh wanita memproduksi terlalu banyak hormon kortisol atau hormon stres.
Tumor
Ternyata, pertumbuhan bulu berlebih pada wanita juga bisa disebabkan oleh tumor.
Kondisi ini bisa terjadi akibat keberadaan tumor pada indung telur atau pada kelenjar adrenal.
Akromegali
Akromegali juga bisa menjadi penyebab tumbuh kumis dan jenggot pada wanita.
Akromegali adalah kondisi ketika tubuh menghasilkan terlalu banyak hormon pertumbuhan.