Berita Internasional
Punya Jenggot sejak Usia 15 Tahun, Gadis Ini Tak Berhenti Mencari Pasangan yang Mencintai Jenggotnya
Klyde Warren menyatakan, dia tidak akan membiarkan komentar menghina orang lain, yang menyebutnya "menjijikkan" menghalanginya mencintai diri sendiri.
Warren menuturkan, seringnya mendapat komentar seperti itu membuatnya kebal sehingga dia tak terlalu memedulikannya.
Dia mengungkapkan, selama berkencan setiap lelaki selalu memandangnya secara berlebihan dan menganggapnya unik.
Hanya pacar terakhirnya yang dia anggap sangat suportif, di mana si mantan menyukai jenggotnya secara alamiah.
Dia mengaku pertama kali muncul rambut di bagian dagu saat berusia 15 tahun. Dia memutuskan tidak mencukurnya.
Warren mengaku, ibunya sudah berkomentar betapa dia tak menyukai jenggot itu dan memintanya mencukurnya. Namun dia tak peduli.
"Saya berusaha untuk berusaha tetap percaya. Tidak masalah menjadi sedikit berbeda," ujar gadis itu.
Kondisi yang dialami Warren disebut hirsutisme, di mana tumbuh jenggot tebal dan hitam di wajah hingga perut.
Munculnya hirsutisme terjadi karena meningkatnya hormon bernama androgen, di mana tubuh menjadi lebih sensitif.
Penyebab Tumbuh Kumis dan Jenggot pada Wanita
Normalnya, bulu lebat di area wajah tumbuh pada pria, yaitu kumis dan jenggot.
Namun, ada beberapa kondisi yang bisa menyebabkan wanita juga mengalami hal ini.
Salah satu faktor yang bisa menyebabkan wanita memiliki lebih banyak bulu adalah faktor genetik atau keturunan.
Dengan kata lain, seorang wanita berisiko memiliki banyak bulu jika ada anggota keluarga, seperti ibu atau kakak yang memiliki kondisi sama.
Selain faktor keturunan, tumbuh kumis dan jenggot pada wanita juga bisa disebabkan oleh tingginya kadar hormon androgen di dalam tubuh.