Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Banjir Bandang Sitaro

5 Fakta Banjir Bandang Namitung Sitaro, 100 Warga Lebih Jadi Korban hingga Segini Jumlah Kerugian

Banjir bandang terjadi di Lingkungan II ( Namitung ), Kelurahan Bahu, Kecamatan Siau Timur, Kepulauan Sitaro, Sulut.

Penulis: Indry Panigoro | Editor: Indry Panigoro
Istimewa
Kondisi lokasi yang terkena Banjir Bandang di Kabupaten Kepulauan Sitaro, lingkungan II Kelurahan Bahu Kecamatan Likupang Timur. 

Kabupaten ini memiliki gunung berapi. Namanya Gunung Karangetang. Masih aktif.

Letusan terakhir pada 2019 lalu.

Jumlah penduduk kabupaten ini hingga akhir tahun 2020 sebanyak 71.817 jiwa (2020)

Kabupaten Siator dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2007 tanggal 2 Januari 2007.

Diresmikan pada 23 Mei 2007 sekaligus dengan pelantikan PPS Bupati Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro Idrus Mokodompit.

Saat ini Kabupaten Kepulauan Sitaro dipimpin Bupati Evangelian Sasingen SE serta Wakil Bupati John Heit Palandung MSi.

Banjir Bandang Terjang Namitung Bahu
Banjir Bandang Terjang Namitung Bahu (Istimewa)

4. 100 Lebih Warga jadi korban

Diketahui, lebih 100 warga jadi korban.

Mereka pun harus mengungsi ke Gereja GMIST Bahu Sondang akibat banjir bandang dan longsor melanda Sitaro, Senin (29/3/2021) sore.

Hingga saat ini tidak ada korban jiwa. Kerusakan satu unit rumah hilang, satu rusak berat, satu unit bengkel rusak berat dan satu unit rusak ringan.

Kemudian ada 50 kepala keluarga atau sekitar 108 jiwa menggungsi di Gereja GMIST Bahu Sondang.

Adapun untuk penanganan tengah dilakukan pendataan terkait kebutuhan mendesak, oleh stakeholder terkait.

5. imbauan untuk warga 

Kepala BPBD Sitaro Bob Wuaten ST mengimbau warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, tetap waspada.

Terutama mereka yang bermukim di lereng gunung dan tepi sungai.

Halaman
123
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved