Banjir Bandang Sitaro
5 Fakta Banjir Bandang Namitung Sitaro, 100 Warga Lebih Jadi Korban hingga Segini Jumlah Kerugian
Banjir bandang terjadi di Lingkungan II ( Namitung ), Kelurahan Bahu, Kecamatan Siau Timur, Kepulauan Sitaro, Sulut.
Penulis: Indry Panigoro | Editor: Indry Panigoro
Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID – Di akhir bulan Maret 2021 bencana alam menerjang Bumi Nyiur Melambai Sulawesi Utara (Sulut).
Salah satu kabupaten yang ada di Sulut disapu banjir bandang yang terjadi pada Senin 29 Maret 2021 malam.
Banjir bandang terjadi di Lingkungan II ( Namitung ), Kelurahan Bahu, Kecamatan Siau Timur, Kepulauan Sitaro, Sulut.
Berikut ini adalah 5 fakta yang berhasil dirangkum tribunmanado.co.id:

1. Banjir setelah diguyur hujan
Banjir bandang disusul longsor itu terjadi setelah wilayah itu di guyur hujan lebat sejak pagi hingga sore.
Akibatnya, material air, beserta batu hingga batang pohon, menutup jalan Kelurahan Bahu.
Lokasi bencana berada di lingkungan II ( Namitung ), Kelurahan Bahu, Kecamatan Siau Timur, Senin (29/3/2021).
2. Jumlah kerugian
Kerusakan satu unit rumah hilang, satu rusak berat, satu unit bengkel rusak berat dan satu unit rusak ringan.

3. Tentang Kabupaten Kepulauan Sitaro
Kabupaten Kepulauan Sitaro terdiri tiga pulau besar yakni Siau, Tagulandang, dan Biaro.
Terdiri 10 kecamatan. Ibu kotanya Ondong Siau.
Jarak Manado ke Ondong Siau sekira 146 km via laut.
Waktu tempuh sekitar 3-4 jam menggunakan kapal cepat dari Pelabuhan Manado.