Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Bom Depan Katedral Makassar

Antisipasi Teror Bom, Polres Bitung Lakukan Ini

Pasca-peristiwa bom bunuh diri di dekat Gereja Katedral Makassar, Polres Bitung langsung melakukan antisipasi pengamanan

Penulis: Christian_Wayongkere | Editor: David_Kusuma
Tribun manado / Christian Wayongkere
personel gabungan yang dikerahkan turun ke sejumlah gereja tempat pelaksana SMSI GMIM ke 80 tahun 2021. 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID – Pasca-peristiwa bom bunuh diri di dekat Gereja Katedral Makassar, Polres Bitung langsung melakukan antisipasi pengamanan.

Menurut, Kapolres Bitung AKBP Indra Prama H SIK terkaitan peristiwa bom di Makassar pihaknya melakukan pengamanan ekstra.

“Pertama dengan, meniadakan pihak-pihak yang tidak berkepentingan masuk ke gereja-gereja yang melaksanakan ibadah,” tutur Kapolres melalui Kompol Edy Saputra Kabag Ops Polres Bitung, Senin (29/3/2021).

Baca juga: Michelle Regina Christanty Hitipeuw Kecam Pelaku Bom Bunuh Diri di Depan Gereja Katedral Makassar

Baca juga: Seriusi Masalah Penyelewengan Hak Tanah, Kapolda Sulut Bakal Bentuk Satgas Khusus

Baca juga: Anggota DPRD Minsel Jaclyn Koloay Sesalkan Ada Lendir Putih Mencemari Sungai Tongob 

Kemudian melakukan  pengetatan penjagaan mako polres,

mengumpulkan informasi di lapangan terkait antisipasi pihak-pihak yang ingin menimbulkan chaos di Kota Bitung.

Kemudian melakukan razia terhadap barang-barang sajam dan bahan peledak secara berkala.

Hingga berkoordinasi berkoordinasi dengan unsur terkait untuk memastikan keamanan Kota Bitung.

Baca juga: BREAKING NEWS: Banjir Bandang Terjang Namitung Bahu, Sitaro, Ratusan Warga Mengungsi ke Gereja

Baca juga: Kotamobagu Gunakan Sinovac untuk Vaksin Tahap II Pegawai Publik

Baca juga: Cerita Gadis Cantik Ivena Amelia Laluyan, Pemilik Bisnis Kecantikan Glam By Ivela

Pasca-peristiwa bom bunuh diri, di pintu masuk halaman Gereja Katolik Katedral Makassar, di jalan Kajao Lalido - Jalan MH Tamrin Minggu (28/3/2021) pagi.

Menuai kecamaman dari pemuda gereja dan pemuda muslim di Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Penatua Rendy Rompas SH tokoh pemuda di Kota Bitung, mengutuk keras kejadian yang terjadi tak lama umat melaksanakan ibadah Misa Minggu Palma.

personil gabungan yang dikerahkan turun ke sejumlah gereja tempat pelaksana SMSI GMIM ke 80 tahun 2021.
personil gabungan yang dikerahkan turun ke sejumlah gereja tempat pelaksana SMSI GMIM ke 80 tahun 2021. (Tribun manado / Christian Wayongkere)

Baca juga: Bolmong Terima 1.000 Vial Vaksin Covid-19 untuk Pelayan Publik

Baca juga: Zaman Presiden SBY Dituding Paham Radikal Tumbuh Subur, Demokrat: Fitnah!

Baca juga: Kisah Bupati dan Wakil Bupati Minut Berbagi Ruangan, Chemistry Kami Makin Kuat

"Potret ini menyadarkan kepada kita agar lebih serius lagi untuk memberantas Intoleransi, Radikalisme  dan terorisme," tegas Rendy.

Rendy, selain sebagai tokoh pemuda juga merupakan pengacara muda berpotensi jebolan Fakultas Hukum Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado imbau.

Kepada masyarakat, khususnya para pemuda untuk tetap tenang dan tidak menyebar luaskan situasi kejadian di Makassar.

Agar tidak membuat situasi lebih mencekam.

Baca juga: 5 Populer Kemarin, Tewas Demi Konten, Masalah Utang Dikubur Hidup-hidup, Tingkah Lucu Shaquille

Baca juga: Pastor Marianus Toyo: Legio Christi Keuskupan Manado Akan Terus Kawal Perayaan Paskah

Baca juga: Kisah Bupati dan Wakil Bupati Minut Berbagi Ruangan, Chemistry Kami Makin Kuat

Dia percayakan kepada aparat hukum untuk mengusut tuntas kasus ini, sehingga dapat menciptakan keadaan yang aman dan nyaman kembali.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved