Bom Depan Katedral Makassar
Pemerintah Kutuk Keras Bom Bunuh Biri di Gereja Katedral Makassar, Mahfud MD : Masyarakat Tenang
Ia mengatakan, pemerintah mengutuk keras terhadap kejadian bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar pagi tadi.
Kronologi Ledakan
Sebelumnya, pastor Gereja Katedral Makassar, Wilhelmus Tulak,
mengungkapkan kronologi ledakan diduga bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar.
Ia mengatakan, ledakan bom terjadi setelah jemaat gereja melakukan Misa kedua.
"Peristiwa terjadi setelah kami selesai ibadah kedua, Misa kedua," ujarnya, dikutip dari siaran langsung YouTube Kompas TV, Minggu.
"Umat yang ikut ibadah kedua sudah pulang," lanjut dia.
Diduga pelaku bom bunuh diri berusaha masuk ke dalam lokasi
Gereja Katedral Makassar dengan mengendarai sepeda motor.
Petugas keamanan gereja sudah mencurigai dua orang yang ingin masuk ke dalam lokasi gereja.
"Kebetulan gereja kami ada beberapa pintu masuk dan keluar, jadi tidak konsentrasi pada salah satu pintu," katanya.
"Umat pulang, yang lain masuk. Datanglah pelaku bom bunuh diri itu naik motor ke dalam lokasi."
"Tetapi sudah diamati oleh petugas keamanan kami," jelas pastor Wilhelmus Tulak.
"Lalu dia menahan di depan pintu itu, dan di situlah terjadi ledakan," jelasnya.
Ia menegaskan, ledakan tidak terjadi di pintu masuk Gereja Katedral Makassar.
Namun, ledakan diduga bom bunuh diri itu terjadi di pintu masuk ke dalam lokasi gereja.
Menurutnya, ada korban luka-luka dalam peristiwa ledakan tersebut.
Wakil Ketua MUI Anwar Abbas: Tak Bisa Ditolerir!
Insiden ledakan bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar ditanggapi Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas, Minggu (28/3/2021).
Anwar Abbas mengutuk keras terhadap pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar,
Jalan Kajaolalido-MH Thamrin, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Tak hanya menimbulkan rasa takut, insiden ledakan bom Gereja Katedral Makassar tersebut turut menimbulkan korban.
Data awal kepolisian, ada satu korban pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar,
sembilan masyarakat, lima petugas keamanan hingga empat jamaah Gereja Katedral Makassar.
“Tindakan ini tak bisa ditolerir, ini sangat manusiawi dan bertentangan dengan nilai di acara apapun di negeri,” katanya.
MUI, lanjut Anwar Abbas, meminta aparat berwenang mencari menangkap pelaku atau otak intelektual.
Serta, menurut Anwar Abbas, membongkar motif,
masalah ini jangan dikaitkan dengan agama atau suku.
“Karena hal itu membuat rumit dan keruhnya suasana,” kata Anwar Abbas.
Sebelumnya, bom di Makassar meledak saat umat kristiani Gereja Katedral Makassar,
Jl Kajaolalido-MH Thamrin, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) melakukan ibadah Minggu Palma, Minggu (28/3/2021).
Minggu Palma adalah hari peringatan dalam
liturgi gereja Kristen yang selalu jatuh pada hari Minggu sebelum Paskah.
Laporan Kompas TV, saat ini, kepolisian dari tim DVI (Disaster Victim Identification) sudah turun.
Disaster victim investigation (DVI) adalah suatu prosedur standar
yang dikembangkan oleh Interpol (International Criminal Police Organization).
Hal itu dilakukan untuk mengidentifikasi korban yang meninggal akibat bencana massal.
(Wartakotalive.com/CC/Tribunnews.com/Nuryanti)
Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Ledakan Bom di Gereja Katedral Makassar, Mahfud MD Minta Masyarakat Tenang, Jaringan Pelaku Didalami